KONFLIK NELAYAN TANJUNG DI KAWASAN PERTAMBANGAN LAUT MUNTOK
YOLANDA, Drs. Yuyun Purbokusumo, M.Si., Ph.D
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKPenelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan konflik sumberdaya alam terhadap adanya keberadaan Kapal Isap Produksi (KIP) dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara khususnya kegiatan usaha pertambangan timah lepas pantai (Offshore) dalam hubungannya terhadap pemanfaatan sumberdaya pesisir yang melibatkan berbagai kepentingan akses pemanfaatan sumberdaya di dalamnya. Salah satunya nelayan tradisional Tanjung di perairan Muntok yang mengandalkan laut untuk mencari ikan merasa dirugikan ketika sumberdaya di laut menjadi terbatas. Penelitian ini dilakukan di kampung nelayan Tanjung Kabupaten Bangka Barat di wilayah perairan Muntok. Metode pengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas dan eksploratif untuk menjelaskan permasalahan pemanfaatan sumberdaya terkait aktivitas pertambangan lepas pantai/laut dengan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP). Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa sejak adanya kegiatan penambangan laut di Perairan Muntok menyebabkan keterbatasan berupa wilayah tangkapan ikan dan akses melakukan kegiatan produksi sumberdaya alam sektor perikanan.
This study aims to explain the conflict of natural resources towards the existence of Kapal Isap Produksi (KIP) in mineral and coal mining business activities, especially the business activities of offshore tin mining in relation to the use of coastal resources which involve various interests in accessing the use of resources in it. One of them is the traditional Tanjung fishermen in Muntok waters who rely on the sea to find fish feel disadvantaged when the resources in the sea are limited. This research was conducted in the Tanjung fishing village of West Bangka Regency in Muntok. Methods of collecting through interviews, observation, and document studies. Through a qualitative approach this case study is expected to provide to explain the problem of resource use related to offshore mining activities using Kapal Isap Produksi (KIP). The results concluded that since the existence of offshore mining activities in the Muntok caused limitations in the form of fish catching areas and access to natural resources production activities in the fisheries sector.
Kata Kunci : Konflik Nelayan, Pertambangan Timah Lepas Pantai/Laut (offshore)/Fisheries Conflict, Offshore/ Offshore Mining