Laporkan Masalah

KELIMPAHAN DAN VIABILITAS DEPOSIT BIJI DI BAWAH TEGAKAN Acacia auriculiformis DI PETAK 14 WANAGAMA 1 GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

AZIZ SOFYAN LUDYTAMA, Ir. Adriana, M.P. ; Dr. Widiyatno, S.Hut., M.Sc.

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Jenis formis ditanam di Wanagama 1 Gunungkidul,Yogyakarta khususnya di Petak 14. Kelimpahan biji formis di Petak 14 Wanagama 1 sangat dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik, kedua faktor tersebut diduga menyebabkan kelimpahan biji yang tidak merata baik di dalam tegakan maupun di luar tegakan. Selain faktor tersebut, kelimpahan biji formis diduga berasal dari pembungaan dan pembuahan beberapa tahun terakhir. Kerapatan tegakan mempengaruhi kelimpahan jenis tumbuhan. Faktor penyusunnya meliputi suatu tegakan atau hutan yang meliputi jumlah jenis spesies ataupun banyaknya individu dari suatu jenis tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan biji formis dan daya kecambahnya pada berbagai kedalaman solum tanah dalam Petak 14 Wanagama 1 GunungKidul, Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode purposive sampling yaitu metode pengambilan sampel yang telah ditetapkan atau ditentukan dengan kriteria-kriteria tertentu oleh peneliti. Metode ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel tanah di 13 titik yang telah ditentukan pada Petak 14 Wanagama 1 Gunungkidul dengan ketentuan diambil benihnya pada seresah, kedalaman tanah 0-10 cm dan 10-20 cm, menggunakan alat double ring infiltrometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan biji formis pada seresah lebih banyak dibandingkan dengan kedalaman tanah 0-10 cm dan kedalaman tanah 10-20 cm. Faktor kelembaban dan suhu dalam tanah diduga sangat berpengaruh terhadap daya kecambah biji. Semakin dalam tanah maka semakin tinggi kelembaban dan suhu tanahnya rendah, sehingga dapat menjaga biji akan tetap dorman dibandingkan dengan suhu di lantai tanah hutan yang langsung terkena cahaya matahari dimana kelembabannya rendah dan suhu tanahnya tinggi.

Formis species are planted in Wanagama 1 Gunungkidul, Yogyakarta, especially in Plot 14. The condition of Formis seed abundance in Plots 14 Wanagama 1 is strongly influenced by biotic and abiotic factors –in which suspected to cause uneven seed abundance both inside the stands and outside the stands. Another influencing factor that resulting the abundance of Formis seeds is the annual flowering and fertilization. The abundance of plant species is a constituent factor for stand or forest including the number of species or the number of individuals from a species. This study aims to determine the abundance of Formis seeds and their germination power at various depths of soil solubility in Plot 14 Wanagama 1 Gunungkidul, Yogyakarta. This research was done using purposive sampling method –a sampling method that has been determined to use certain criteria by the researcher. This method was carried out by taking soil samples in 13 points that have been determined before from Plot 14 Wanagama 1 Gunungkidul with the provision that the seeds are taken from the litter, the soil depth is 0-10 cm and 10-20 cm, and using a double ring infiltrometer. The results showed that the abundance of Formis seeds in litter is more than those in the soil depth of 0-10 cm and the soil depth of 10-20 cm. The soil humidity and temperature factors are expected to have a significant effect on the seed germination. The deeper the soil resulting to higher humidity and lower soil temperature, thus, it can keep the seeds at dormant stage compared to those laid in the temperature of forest soil that directly receive sunlight exposure where the humidity is low and the soil temperature is high.

Kata Kunci : Kata kunci : Formis (Acacia auriculiformis), kelimpahan biji formis, viabilitas

  1. D3-2018-380589-abstract.pdf  
  2. D3-2018-380589-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-380589-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-380589-title.pdf