Laporkan Masalah

Pengaruh Lama Thawing terhadap Kualitas Semen Beku Sapi Simmental dan Sapi Peranakan Ongole

PUJI DESI HARTINI, Dr. Ir. Sigit Bintara, S.Pt., M.Si., IPM. ; Ir. Panjono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM.

2018 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama thawing semen beku terhadap kualitas spermatozoa sapi Simmental dan sapi Peranakan Ongole (PO). Materi yang digunakan adalah semen beku dari tiga ekor sapi Simmental dan tiga ekor sapi PO. Sembilan straw dari masing-masing sapi dibagi menjadi tiga kelompok lama thawing yaitu 5, 15 dan 30 detik. Thawing dilakukan dengan cara menempatkan straw ke dalam beaker glass yang telah berisi air dengan suhu 37°C selama waktu yang telah ditetapkan. Setelah thawing, straw dilakukan pengamatan dan analisis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 3x2. Rerata Motilitas spermatozoa sapi Simmental dan PO berturut-turut masing-masing adalah 35,53±5,71% dan 32,74±9,41%. Motilitas spermatozoa sapi Simmental lebih tinggi (p<0,05) dibandingkan sapi PO. Rerata viabilitas spermatozoa sapi Simmental dan PO berturut-turut masing-masing adalah 59,03±8,0 dan 53,98±12,4%. Viabilitas spermatozoa sapi Simmental dan PO tidak berbeda nyata. Rerata motilitas spermatozoa dengan lama thawing 5, 15 dan 30 detik berturut-turut masing-masing adalah 24,70±5,61%, 37,46±1,75% dan 40,25±1,23%. Rerata viabilitas spermatozoa dengan lama thawing 5, 15 dan 30 detik berturut-turut masing-masing adalah 46,45±7,36%, 65,08±7,97% dan 58,00±6,48%. Motilitas dan viabilitas spermatozoa dengan lama thawing 15 dan 30 detik lebih tinggi (P<0,05) dari lama thawing 5 detik. Terdapat interaksi antara bangsa dengan lama thawing terhadap motilitas tetapi tidak terdapat interaksi antara keduanya terhadap viabilitas. Disimpulkan bahwa kualitas semen sapi Simmental lebih baik daripada sapi PO dan lama thawing 30 lebih baik daripada 5 dan 15 detik.

The aim of the study was to investigate the effect of thawing duration on the quality of Simmental and Peranakan Ongole (PO) frozen semen. The material used was frozen semen from three head Simmental bull and three head PO. Nine straw from each bull were divided into three groups of thawing duration, i.e. 5, 15 and 30 seconds. Straw was placed into a glass beaker that has been filled with water at 37°C for a set time. Soon after thawing, the straw were observed and analyzed. The data obtained was analyzed 3x2 Factorial Completely Randomized Design. The motility of Simmental bull spermatozoa and PO were 35.53 ± 5.71% and 32.74 ± 9.41%, respectively. The motility of Simmental bull spermatozoa is higher (P <0.05) than of PO. The viability of Simmental and PO spermatozoa were 59.03 ± 8.0 and 53.98 ± 12.4%, respectively. The Viability of Simmental and PO spermatozoa is not different. The motility of 5, 15 and 30 seconds thawing duration were 24.70 ± 5.61%, 37.46 ± 1.75% and 40.25 ± 1.23%, respectively. The viability of spermatozoa with thawing duration 5, 15 and 30 seconds were 46.45 ± 7.36%, 65.08 ± 7.97% and 58.00 ± 6.48%, respectively. Motility and viability of spermatozoa with 15 and 30 seconds thawing duration were higher (P <0.05) than 5 seconds of thawing duration. There was an interaction between breed with thawing duration for motility but no interaction between them on viability. It is can concluded that quality of Simmental semen was better than PO semen and 30 second thawing duration was better than 5 and 15 seconds.

Kata Kunci : Thawing Duration, Frozen Semen, Simmental, PO, Motility, Viabilitas

  1. S1-2018-362690-abstract.pdf  
  2. S1-2018-362690-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-362690-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-362690-title.pdf