STRATEGI BERTAHAN HIDUP RUMAH TANGGA TERDAMPAK PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL KULON PROGO
ACHLUL SITA DANIA, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPasca pembebasan lahan pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo terjadi perubahan komponen penghidupan pada rumah tangga di kawasan terdampak. Kawasan terdampak meliputi 5 desa di Kecamatan Temon, yaitu Desa Jangkaran, Sindutan, Palihan, Kebonrejo dan Glagah. Berbagai aktivitas dilakukan rumah tangga terdampak untuk memobilisasi aset yang dimiliki pasca pembebasan lahan untuk bertahan hidup. Tujuan dari penelitian ini menganalisis karakteristik kehidupan rumah tangga terdampak dan mengeksplorasi strategi bertahan hidup rumah tangga terdampak lahan pembangunan Bandara Internasional Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif fenomenologi ini bersifat induktif sehingga bukan proses generalisasi, melainkan untuk membentuk suatu konstruksi teoritis melalui intuisi berdasarkan struktur logika. Teknik snowball digunakan untuk melakukan pemilihan informan yang dikolaborasikan dengan teknik purposive untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga dengan aset yang beragam mampu dengan baik menghadapi kerentanan. Strategi bertahan hidup yang dipilih oleh rumah tangga terdampak pembangunan Bandara Internasional dapat dibedakan menjadi dua yaitu strategi bertahan hidup berdasarkan pola penghidupan sebelum adanya pembebasan lahan (survival, migrasi, intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi) dan strategi baru pasca pembebasan lahan (Investasi, substitusi, dan passive Income).
After the land acquisition of Kulon Progo International Airport, there is a change of livelihood component of households in the affected area. There are 5 affected areas in Temon sub-district, namely Jangkaran, Sindutan, Palihan, Kebonrejo and Glagah villages. Various activities are carried out by affected households to mobilize their assets after the land acquisition to keep survive. The purpose of this study is to analyze the characteristics of affected household and explore the livelihood strategy of households affected by the development of Kulon Progo International Airport. This study uses a qualitative research method with phenomenology approach. This phenomenology qualitative study is inductive-type of study, so it is not a generalization process, but rather to form a theoretical construct through intuition based on logical structure. The snowball technique is used to select informants, and purposive techniques are collaborated with to obtain information that is appropriate to the study objectives. The results of this study indicate that households with diverse assets are able to deal well with vulnerabilities. The livelihood strategy chosen by households affected by the construction of International Airports can be divided into two, survival strategy based on livelihood patterns before land acquisition (survival, migration, intensification, extensification and diversification) and new strategies after land acquisition (investment, substitution, and passive income).
Kata Kunci : Strategi bertahan hidup, pembebasan lahan, rumah tangga terdampak, kualitatif fenomenologi