Laporkan Masalah

Studi Pengaruh Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul No. 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan terhadap Pemberdayaan Petani di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul

ZUL FAHMI MUHADJID KOSSAH, Ashari Cahyo Edi, S.IP., M.PA.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Perlindungan terhadap lahan pertanian pangan dinilai penting untuk menunjang cita � cita swasembada pangan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul membuat Peraturan Daerah No. 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan sebagai langkah untuk melindungi lahan pertanian pangan dari alih fungsi ke non pertanian. Untuk menunjang kesuksesan dalam implementasi peraturan daerah tersebut, maka perlu adanya program � program penunjang pemberdayaan bagi petani. Program � program penunjang pemberdayaan selain sebagi langkah persuasif, juga merupakan bentuk timbal balik bagi petani yang telah bergabung dalam implementasi perda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui dan menganalisa program � program pemberdayaan petani yang dirasakan oleh petani di Desa Wonosari. Kedua menganilisa dampak dari program pemberdayaan terhadap perubahan keadaan sosial dan ekonomi petani. Metode penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tekhnik pengumpulan data melalui wawancar, observasi langsung dan studi literatur. Untuk menganalisis temuan menggunakan analisis kualitatif Miles dan Hubberman melalui proses pengumpulan, penyusunan dan verifikasi data. Analisa ini menggunakan konsep pemberdayaan petani dengan melihat derajat keberdayaan melalui, tingkat kesadaran, tingkat kemampuan memperoleh akses, tingkat kemampuan menghadapi hambatan, dan tingkat membangun kerjasama atau solidaritas. Kemudian dari hasil pembahasan peneliti melihat dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa Peraturan Kabupaten Gunungkidul No. 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan memberdayakan petani melalui program � program penunjang pertanian baik merupakan program inisiasi dari pemerintah daerah maupun menginduk dari program pemerintah pusat. Program penunjang pertanian meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah lahan petanian dan juga kesejahteraanya. Peningkatan keberdayaan petani mengakibatkan perubahan terhadap keadaan sosial dan ekonominya. Perubahan dalam keadaan sosial meliputi, dimensi struktural, kultural, interaksional dan difusi. Dalam lingkup ekonomi terjadi peningkatan kesejahteraan berasal dari program subsidi dan juga penyuluhan metode pertanian yang dapat meningkatkan jumlah produksi maupun nilai jual produk pangan.

Protection of food agriculture is considered important to support the ideals of food self-sufficiency. The Gunungkidul Regency Government, makes a Regional Regulation No. 23 of 2012 concerning the Protection of Sustainable Food Agriculture Land as a step to protect agricultural food land from conversion to non-agricultural. To support the success in implementing the regional regulations, it is necessary to have empowerment supporting programs for farmers. Empowerment supporting programs aside from being a persuasive step, it is also a form of reciprocity for farmers who have joined in the implementation of regulations on sustainable food agricultural land protection. The purpose of this study is first, to find out and analyze farmers' empowerment programs that are felt by farmers in Wonosari Village. Second, to analyzes the impact of the empowerment program on changes in the social and economic conditions of farmers. The research method used for this study is a qualitative with a case study approach. Techniques for collecting data through interviews, direct observation and literature studies. To analyze the findings using a qualitative analysis of Miles and Hubberman through the process of collecting, compiling and verifying data. This analysis uses the concept of farmer empowerment by looking at the degree of empowerment through the level of awareness, the level of ability to gain access, the level of ability to face obstacles, and the level of building cooperation or solidarity. Then from the results of the discussion the researchers looked at the social and economic impacts produced. Based on the results of the analysis, the conclusion is that Gunungkidul District Regulation No. 23 of 2012 concerning the Protection of Sustainable Food Farming empowers farmers through agricultural support programs both as a program of initiation from the local government and from the central government program. Agricultural support programs increase the ability of farmers to cultivate agricultural land and their welfare. Increasing the empowerment of farmers results in changes to their social and economic conditions. Changes in social conditions include, structural, cultural, interactional and diffusion dimensions. In the economic sphere, an increase in welfare comes from a subsidy program and also extension of agricultural methods that can increase the amount of production and the selling value of food products.

Kata Kunci : Empowerment, Farmers, Social Change, Policy

  1. S1-2018-299579-abstract.pdf  
  2. S1-2018-299579-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-299579-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-299579-title.pdf