PEMBUATAN PETA KAWASAN RAWAN LONGSOR DI KOTA JAYAPURA
YAN ERICK ORGENES BA , Ir. Untung Rahardjo, M.T. ; Hilmiyati Ulinnuha, ST., M. Eng
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESIKebutuhan manusia akan ketersediaan ruang datar untuk lahan huni perumahan semakin meningkat setiap tahunnya, akibat dari proses pertumbuhan penduduk yang alami dan juga faktor laju imigrasi ke Kota Jayapura. Hal ini tentunya mendorong masyarakat di daerah Kota Jayapura untuk membangun perumahan ke arah daerah perbukitan bahkan sampai ke daerah pegunungan, sehingga diperlukan identifikasi kerentanan kawasan rawan longsor di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kelongsoran yang terjadi dan menyajikan informasi tentang daerah longsor di Kota Jayapura dalam sebuah peta daerah kawasan rawan longsor. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan data spasial yang diperoleh dari Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jayapura. Teknik dan metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan teknik yang digunakan dalam Sistem Informasi Geografis yaitu teknik tumpang tindih (overlay). Peta daerah kawasan rawan longsor yang telah selesai diharapkan dapat mendukung proses pembangunan berkelanjutan di Kota Jayapura. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh tingkat kerawanan longsor dari tidak berpotensi longsor sampai sangat berpotensi tinggi terhadap longsor, kawasan rawan longsor umumnya tersebar di wilayah Jayapura Utara yang berpotensi dengan tingkat kerawanan sangat tinggi dengan tingkat curah hujan 2500-3000 mm/tahun dan berada pada daerah yang memiliki kemiringan lereng sangat curam > 40% serta memiliki tekstur tanah regosol. Sedangkan untuk wilayah Jayapura Selatan, Abepura dan Heram berpotensi longsor sedang hingga tinggi dengan tingkat curah hujan 1500-2500 mm/tahun dan berada pada daerah yang memiliki kemiringan lereng landai 8-15 % hingga curam 25-40 % serta memiliki tekstur tanah aluvial dan podsolik. Sebagian besar kawasan di wilayah Muara Tami menunjukan kondisi tidak berpotensi hingga sedang dengan tingkat curah hujan 1000-1500 mm/tahun dan memiliki kemiringan lereng datar 0-8 % hingga landai 8-15 % serta memiliki tekstur tanah aluvial dan podsolik.
Human need for the availability of space and residential land is increasing every year in Jayapura City. It is as a result of natural population growth process and immigration rate factor in Jayapura City. This condition encourages people in Jayapura City to build housing in hilly areas even to the mountains, so it is necessary to identify landslide prone area in the areas. This research aims to identify the landslide prone area in Jayapura City. Identification and analysis of landslide prone area in Jayapura City can support the sustainable development process in Jayapura City. This research is done by using spatial data from Regional Development Planning Board of Jayapura City. This research used Geographic Information Systems technology to overlay of all spatial data. Parameter weighting is done in data processing. The result of this research is map of landslide prone area in Jayapura City. The results of data analysis shows that the landslide prone areas are identified from low, medium, and high potentials. North Jayapura has high landslide potential with rainfall rate of 2500-3000 mm/years, slope of more than 40%, and has regosol for its soil texture. South Jayapura, Abepura and Heram have medium and high landslide potential. This areas have rainfall rate of 1500-2500 mm/years, slope of between 8-15% to 25-40%, and has alluvial and podsolic for their soil texture. Most of Muara Tami area shows that the condition have low to medium landslide potential. Muara Tami area has rainfall rate of 1000-1500 mm/years, slope of between 0-8% to 8-15%, and has alluvial and podsolic for its soil texture.
Kata Kunci : Geographic Information System , Mapping landslide prone areas