KAJIAN KENYAMANAN TERMAL PERMUKIMAN DI WILAYAH PERI-URBAN (KASUS: DESA MINOMARTANI, KABUPATEN SLEMAN)
ANDITYA SUTAMI, Dr. Djaka Marwasta, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANDesa Minomartani merupakan salah satu daerah permukiman padat dengan banyak perumahan dan termasuk bagian dari wilayah peri-urban di sebelah utara Yogyakarta. Kenyamanan termal atau kenyamanan berdasarkan parameter meteorologis menjadi salah satu faktor penduduk dalam memutuskan untuk bertempat tinggal dan menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kenyamanan termal di lingkungan permukiman Desa Minomartani secara fisik dengan pengukuran parameter meteorologis serta aspek sosialnya dengan mengetahui persepsi masyarakat tentang kenyamanan termal di tempat tinggalnya. Metode yang digunakan dalam pengukuran parameter meteorologis menggunakan indeks kenyamanan termal (THI/Thermal Humidity Index). Sementara itu, persepsi penduduk terkait kenyamanan termal diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner Skala Likert dan diolah dengan statistik deskriptif serta garis kontinum. Hasil penelitian menunjukkan suhu harian sebesar 29 °C dan kelembaban relatif hariannya 59,20 persen. Baik suhu dan kelembaban relatif tertinggi terjadi pada siang hari. Kenyamanan termal harian berdasarkan THI memiliki nilai 26,63 dan masuk pada klasifikasi ‘agak nyaman’. Kondisi tidak nyaman hanya dirasakan saat siang hari. Persepsi penduduk Desa Minomartani menyatakan bahwa lingkungan permukimannya termasuk cenderung nyaman secara termal.
Minomartani Village is one of the densely populated settlements with many housing and part of peri-urban areas north of Yogyakarta. Thermal comfort or comfort based on meteorological parameters is one of the factors in the population in deciding to live and settle. This study aims to examine thermal comfort in the Minomartani Village neighborhood physically with the measurement of meteorological parameters and socially by knowing the public perception about thermal comfort in his residence. The method used in meteorological parameter measurement is using Thermal Humidity Index/THI. Meanwhile, population perception related to thermal comfort was obtained from questionnaire method of Likert Scale and processed with descriptive statistic and continuum line. The results showed a daily temperature of 29 ° C and a daily relative humidity of 59.20 percent. Both the highest temperature and relative humidity occur at midday. Daily thermal comfort based on THI has a value of 26.63 and has a 'quite comfortable' classification. Uncomfortable conditions are only felt at midday. Minomartani villagers have a perception that their living environment inclined to be thermally comfortable.
Kata Kunci : kenyamanan termal, permukiman, persepsi, peri-urban, Minomartani