Laporkan Masalah

FIBRINOGEN: GRIT MAHASISWA BIDIKMISI BERPRESTASI

ANISAH FAUZIYYAH, Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si., Psikolog

2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Sejumlah mahasiswa bidikmisi berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus berprestasi di samping adanya mahasiswa bidikmisi yang drop out. Penelitian beberapa tahun terakhir mengungkap grit sebagai karakteristik yang memprediksi kesuksesan di berbagai bidang termasuk dalam ranah pendidikan. Penelitian ini ingin menggali dinamika grit pada mahasiswa bidikmisi berprestasi sehingga dapat dijadikan acuan untuk mencegah terjadinya drop out. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer adalah tiga partisipan yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana dengan program bidikmisi sekaligus pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi, setidaknya di tingkat fakultas. Hasil temuan menunjukkan bahwa pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu sebagai dampak negatif dari kesulitan ekonomi memicu terbentuknya tujuan puncak yang ingin dicapai melalui pendidikan. Mahasiswa bidikmisi menghadapi kesulitan dan tantangan yang berasal dari standar pendidikan tinggi, program bidikmisi, dan latar belakang keluarga dengan SES rendah. Prestasi dicapai bukan karena adanya kebutuhan untuk berprestasi, melainkan bentuk usaha yang dilakukan untuk bertahan dalam proses menyelesaikan pendidikan, menyudahi kemalangan, dan membantu orang lain terhindar atau terlepas dari peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan yang pernah dialami.

Some bidikmisi students succeed to graduate and also excel in intracurricular, cocurricular, or extracurricular activities while others drop out. Research in recent years indicate grit (passion and perseverance for long term goals) as a significant predictor of success in various contexts, including in the education field. This study aims to explore the dynamics of grit in successful bidikmisi students, so it can be a reference in preventing student drop out. The method used is qualitative method, with case study approach. Primary data was obtained from three students who graduated and won outstanding student award, at least in the faculty level. Findings suggest that past bad experiences, as a negative effect of economic difficulties, trigger the formation of an ultimate goal to be accomplished through education. Bidikmisi students confront obstacles and challenges that come from the college's standard expectations, bidikmisi program, and family background (low SES). Achievements formed were not because of the need for achievement, but it was done as a way to survive in the process of education, to end hardship, and help others to avoid or escape from bad experiences that have happened to them.

Kata Kunci : grit, bidikmisi, mahasiswa berprestasi/grit, bidikmisi, successful college students

  1. S1-2018-347299-abstract.pdf  
  2. S1-2018-347299-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-347299-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-347299-title.pdf