PERSEPSI REMAJA TERHADAP SEKS PRANIKAH DI DUSUN KARANG KALASAN, DESA TIRTOMARTANI, KECAMATAN KALASAN
KURNUN HANIFAH N A, Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGANSeks pranikah merupakan salah satu perilaku menyimpang dalam masyarakat. Remaja yang melakukan seks pranikah dapat menimbulkan berbagai dampak yang merugikan salah satunya ialah penyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Berdasarkan kondisi tersebut, remaja perlu dibentengi dengan pengetahuan yang cukup supaya menghindari perilaku buruk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu persepsi remaja terhadap seks pranikah dan menggambarkan persepsi remaja terhadap seks pranikah tersebut dalam beberapa faktor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang diperdalam dengan analisis kualitatif. Teknik yang digunakan ialah teknik analisis deskriptif berupa tabulasi silang atau crosstab. Penggunaan data sekunder bersumber dari data Bina Keluarga Remaja Dusun Karang Kalasan, dan data primer yang merupakan hasil dari penelitian di lapangan. Responden yang dilibatkan merupakan remaja dari Dusun Karang Kalasan yang berada di rentang usia 15-24 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 90.13% remaja memiliki persepsi yang positif mengenai seks pranikah, sementara 9.8% lainnya memiliki persepsi yang negatif. Persepsi remaja mengenai gambaran umum seks pranikah sebesar 84.4%, persepsi mengenai faktor penyebab seks pranikah sebesar 83.09%, persepsi mengenai dampak seks pranikah sebesar 94.08%, dan persepsi mengenai pencegahan seks pranikah sebesar 98.98%. Persepsi remaja tersebut setelah dilihat dari faktor umur, pendidikan, penggunaan media sosial, pendapatan orang tua, jenis kelamin, dan keikutsertaan PIK-R menunjukkan perbedaan persepsi dari setiap kategori dalam keenam faktor tersebut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi remaja Dusun Karang Kalasan mengenai seks pranikah sudah cukup baik. Kondisi ini harus tetap dijaga supaya remaja tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah. Salah satu caranya ialah dengan mengaktifkan kegiatan positif bagi remaja, termasuk diantaranya PIK-R, baik di sekolah maupun di rumah.
Premarital sex is one of the deviant behaviors in society. Teens who have premarital sex may cause various adverse effects, one of them is sexually transmitted diseases including HIV/AIDS. Based on these conditions, adolescents need to be fortified with sufficient knowledge to avoid these bad behaviors. This study aims to find out teenage perceptions of premarital sex and to describe that teenage perceptions of premarital sex in several factors. This study is a quantitative study deepened by qualitative analysis. The technique used is descriptive analysis technique, in the form of cross tabulation or crosstab. The use of secondary data comes from Karang Kalasan Village Youth Family Development data, and primary data which is the result of field research. Respondents involved were the adolescents from Karang Kalasan Village on the age of 15-24 years old. The result of this study indicate that 90.13% adolescents have a good perception about premarital sex, while others 9.8% have the bad one. Adolescents perceptions about the definition of premarital sex is 84.4%, perception of the causes of premarital sex is 83.09%, the perception of the effect of premarital sex is 94.08%, and the perception of the prevention of premarital sex is 98.98%. This adolescents perceptions after being seen from the age factor, education, use of social media, income of parents, gender, and participation of PIK-R, showed the differences of perceptions of each category in this all six factors. From the result of this study, it can be concluded that the perception of adolescents in Karang Kalasan Village regarding premarital sex is good enough. This condition must be maintained so that teens do not fall into the wrong relationships. One way is to activate positive activities for teenagers, including PIK-R, both at school and at home.
Kata Kunci : Persepsi, Remaja, Seks Pranikah, PIK-R