EVALUASI KEBERHASILAN PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN PADA KTHKm MANDIRI DUSUN KALIBIRU DESA HARGOWILIS, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULON PROGO
TITO SEPTAVIANTO, Bowo Dwi Siswoko, S.Hut., M.A.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANHutan Kemasyarakatan di Dusun Kalibiru, Desa Hargowilis telah dikelola oleh KTHKm Mandiri dan telah beroperasi selama 15 tahun. Evaluasi rutin perlu dilakukan untuk memantau perkembangan manajemen HKm. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan hutan yang dilakukan oleh KTHKm, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen, dan merumuskan strategi untuk meningkatkan manajemen. Metode survei digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data primer tentang institusi, area dan manajemen bisnis. Focused group discussion (FGD) dilakukan untuk mengumpulkan informasi terkait sejarah dan kemajuan pengelolaan hutan masyarakat. Data sekunder yang terkait dengan pengelolaan hutan masyarakat dikumpulkan dari kelompok hutan masyarakat. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan kriteria yang ditetapkan untuk mengevaluasi kinerja kehutanan masyarakat dalam hal institusi, area dan manajemen bisnis. Kumpulan kriteria ini dibentuk oleh LSM Shorea dan telah diadopsi dan diterapkan dalam evaluasi hutan masyarakat di beberapa tempat. Analisis SWOT digunakan untuk menilai kinerja manajemen. Penelitian ini menunjukkan bahwa hutan komunitas di Kalibiru memiliki kinerja yang baik dalam hal manajemen organisasi dan manajemen area dengan skor akhir lebih dari 75%, sedangkan aspek manajemen bisnis berkinerja rata-rata dengan skor akhir antara 50% dan 75%. Manajemen organisasi yang solid serta kesadaran dan tekad masyarakat untuk melestarikan hutan menjadi faktor penentu keberhasilan manajemen. Kurangnya kepemimpinan, sumber daya manusia yang tidak terampil, dan berkurangnya jumlah pengunjung di Kalibiru berpotensi menghambat kemajuan hutan masyarakat. Eksplorasi kemungkinan layanan lingkungan, mengembangkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan mempromosikan pariwisata secara terus menerus dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkan pengelolaan hutan masyarakat.
The Community Forest in Kalibiru Hamlet, Hargowilis Village has been managed by KTHKm Mandiri and has been operated for 15 years. Regular evaluation needs to be conducted to monitor the progress of HKm management. This research aims at analysing of the forest management conducted by KTHKm, identify the factors affecting the management, and formulate strategies to improve the management. Survey method was employed in this research to collect primary data on institution, area and business management. Focused group discussion (FGD) was conducted to collect the information related to history and the progress of community forest management. The secondary data related to community forest management was collected from the community forest group. The data collected was analysed using a set criteria to evaluate the performance of community forestry in terms of institution, area and business management. This set of criteria was established by Shorea NGOs and has been adopted to and applied in the evaluation of community forest in several places. SWOT analysis was employed to assess the performance of the management. This research suggest that the community forest in Kalibiru performed good in terms of organizational management and area management with the final score of more than 75%, while the business management aspect performed average with the final score between 50% and 75%. Solid organizational management as well as awareness and determination of the people to preserve forests become the important success factors of the management. Lack of leadership, unskilled human resources, and decreasing numbers of visitors in Kalibiru could potentially hinder the progress of the community forest. Explore the possibility of environment services, develop human resources through trainings and promote tourism continuously could become alternative strategies to improve the community forest management.
Kata Kunci : evaluasi, hutan kemasyarakatan, pengelolaan hutan, KTHKm