Laporkan Masalah

Citizenship Sanggar Anak Alam Nitiprayan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

NARIDHA WANDAN ARUM, Dr. Subando Agus Margono, M.Si

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK

Pendidikan merupakan hak asasi setiap manusia yang telah diakui dalam hukum internasional maupun hukum nasional. Dalam konsep citizenship, pendidikan merupakan salah satu hak dasar warga negara yang harus disediakan negara. Melalui pendidikan, diharapkan generasi penerus bangsa mampu menjadi warga negara yang baik, memiliki pengetahuan, ketrampilan, kecakapan, dan nilai-nilai yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi dalam urusan masyarakat atau urusan publik. Namun pendidikan dewasa ini dirasa belum mampu menumbuhkan karakteristik warga negara ideal bagi anak. Pendidikan dirasa telah kehilangan obyektivitasnya dan membelenggu peserta didik. Pendidikan dianggap belum mampu memberdayakan, mendewasakan, menumbukan kemandirian, tanggung jawab, dan pola pikir anak.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengetahui proses citizenship Sanggar Anak Alam yang menerapkan layanan pendidikan humanis. Melaluimetode pembelajaran berbasis riset dan penyelenggaraan kegiatan Pasar SALAM dan juga melalui kelembagaan dan interaksi antar aktor Sanggar Anak Alam, konsep citizenship pada anak terbangun. Nilai-nilai citizenship yang terbangun antara lain peka dan mampu menyelesaikan masalah, bertanggung jawab dan kooperatif, pola pikir kritis dan kreatif, paham atas hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain, toleran, dan peduli pada lingkungan.

Education is a human right that is already recognized by international and national law. In citizenship concept, education is one of rights that must be provided for citizens. Through education, future generation is expected to become good citizens, have knowledge, skills, proficiency, and values that are needed to participate in the citizen or public affairs. However, education nowadays still seems not enough for building ideal characteristics of good citizens into children. Education seems as if it lots its objectivity and also restricting students. Education is also seen as not capable of empowering, maturing, building independence, responsibility, and mindset.This research used qualitative method with a phenomenological approach to determine the process of citizenship in the Sanggar Anak Alam which implements humanist education services. Through research-based learning system, exertion of SALAM’s market, organization and every actor’s interaction, citizenship concept can be build into the children. Some of citizenship values that already built are sensitivity and problem solving ability, responsibility, cooperativeness, critical and creative mindset, understanding other people and their rights, tolerance, and paying attention to society.

Kata Kunci : citizenship, kelembagaan. Interaksi aktor, pendidikan, Sanggar Anak Alam

  1. S1-2018-364835-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364835-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364835-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364835-title.pdf