Laporkan Masalah

KERAGAMAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN WILAYAH DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

RIFQI ARRAHMANSYAH, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kemiskinan merupakan fenomena yang multidimensi dan dihadapi oleh seluruh bangsa di dunia, baik negara berkembang ataupun negara maju. Perbedaannya terletak pada bagaiman cara memotret fenomena tersebut yang mana hal ini dapat berimplikasi dalam menerapkan kebijakan-kebijakan pengentasan kemiskinan. Salah satu dimensi yang jarang dipotret dalam memahami kemiskinan adalah dimensi spasial, yang mana ketika banyak aspek spasial yang merugikan terdapat dalam suatu wilayah akan mampu menimbulkan jebakan kemiskinan spasial. Faktanya Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi yang memiliki angka kemiskinan yang tinggi, bahkan pada tahun 2016 berada diatas rata-rata nasional. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang bagaimana faktor-faktor spasial mempengaruhi tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam mengindentifikasi faktor-faktor spasial yang mempengaruhi kemiskinan pada tingkat kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta peneliti menggunakan konsep ketidakberuntungan spasial yang terdiri dari dua dimensi yaitu tempat dan manusia. Konsep tersebut dideduksi dan dikaitkan dengan teori dan bukti empiris lainnya yang berkaitan dengan kemiskinan dan membentuk variabel penelitian. Variabel-variabel tersebut antara lain adalah aksesibilitas wilayah, jumlah sarana pendidikan & sarana kesehatan, daya dukung air, persentase lahan sawah, kepemilikan aset, persentase pekerja sektor primer, dan angka pengangguran yang selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis jalur dan regresi terboboti geografis untuk menidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor aksesibilitas wilayah, jumlah sarana pendidikan dan kesehatan, berpengaruh signifikan negatif terhadap angka kemiskinan, sementara faktor persentase pekerja sektor primer dan angka pengangguran berpengaruh signifikan positif terhadap tingkat kemiskinan suatu kecamatan. Selain itu ditemukan juga 7 tipe kecamatan berdasarkan faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi tingkat kemiskinannya serta mengindikasikan terjadinya jebakan kemiskinan spasial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Poverty is a multidimensional phenomenon and is faced by all countries in the world, whether developing or developed countries. The difference lies in how to capture this phenomenon which can have implications for implementing poverty alleviation policies. One dimension that is rarely depicted in understanding poverty is the spatial dimension, that is when many spatial destructive aspects in an area will be able to create spatial poverty traps. Special Region of Yogyakarta is one of the provinces that has a high poverty rate, in 2016 it was above the national average. Therefore, the authors are interested in examining how spatial factors affect the level of poverty in the Yogyakarta Special Region. In identifying spatial factors that affect poverty at the sub-district level in Yogyakarta Special Region researchers used the concept of spatial disadvantages consisting of two dimensions, namely place and people. This concept is concluded and associated with theories and other empirical evidence relating to poverty and forming research variables. These variables include area accessibility, number of education and health facilities, water carrying capacity, percentage of agricultural land, asset ownership, percentage of primary sector workers, and unemployment rate which are then analyzed using path analysis and geographically weighted regression to identify factors that influence poverty rate in Yogyakarta Special Region. The results of this study indicate that the factors of regional accessibility, number of education and health facilities, have a significant with negative influence on the poverty rates, while the percentage of primary sector workers and unemployment has a significant with positive influence on poverty rates. In addition, there were also 7 types of sub-districts classified by significant factors that affected poverty rates and showed the occurrence of spatial poverty traps in the Yogyakarta Special Region.

Kata Kunci : poverty, spatial factors, spatial disadvantages, spatial statistic, regression, spatial poverty traps, special region of yogyakarta