Laporkan Masalah

STRATEGI MITIGASI BENCANA BERDASARKAN TIPOLOGI PERKEMBANGAN WILAYAH DAN POTENSI ANCAMAN BENCANA GEMPABUMI DI KABUPATEN BANTUL

VICKY NUR FAWZY, Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Si.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Bantul merupakan daerah yang berada di utara zona subduksi antara Lempeng Benua Eurasia dan Lempeng Samudera Australia. Hal ini menyebabkan daerah tersebut memiliki ancaman bencana yang besar terutama bencana gempabumi. Di sisi lain, Kabupaten Bantul dapat dikatakan sebagai wilayah peri urban dari Kota Yogyakarta serta berbagai pembangunan infrastruktur yang menyebabkan semakin tingginya perkembangan wilayah di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (i) mengidentifikasi desa yang memiliki ancaman bencana gempabumi, (ii) menilai tingkat perkembangan wilayah tiap desa, dan (iii) menjelaskan upaya mitigasi struktural dan non-struktural yang ada di desa-desa berdasarkan tipologi perkembangan wilayah dan ancaman potensi bencana gempabumi yang ada di Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (mixed methods) dengan unit analisis desa. Untuk menjawab tujuan yang pertama penelitian ini menggunakan tumpang susun antara administrasi desa dengan peta tingkat kerawanan bencana gempabumi. Tujuan kedua menggunakan metode kuantitatif (penskalaan) untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah pada aspek sosial dan ekonomi. Sedangkan tujuan ketiga menggunakan metode kualitatif dengan jumlah sampel sebanyak 9 desa. Sampel dipilih berdasarkan tipologi tingkat kerawanan bencana gempabumi dan tingkat perkembangan wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (i) dari 75 desa yang ada di Kabupaten Bantul sebagian besar (29 desa) berada pada tingkat kerawanan bencana gempabumi sedang; (ii) pada tingkat perkembangan wilayah sebagian besar berada pada kelas tingkat perkembangan wilayah rendah dan sedang dengan jumlah desa yang sama yaitu sebanyak 28 desa. Desa sampel dipilih sesuai dengan tingkat kerawanan bencana gempabumi dan tingkat perkembangan wilayahnya. Analisis strategi mitigasi bencana kemudian dilakukan. (iii) Desa yang upaya mitigasi bencana gempabuminya prioritas untuk ditingkatkan adalah di Desa Sitimulyo dan Desa Argosari. Hal ini disebabkan karena kedua desa tersebut memiliki kelas perkembangan wilayah dan kelas kerawanan bencana gempabumi lebih tinggi dibandingkan kelas mitigasi bencana gempabumi yang ada.

Bantul Regency is located in the north of the subduction zone between the Eurasia Continent Plate and the Australian Ocean Plate. This position makes this area having a major threat of disasters, especially earthquakes. On the other hand, Bantul Regency is also known as the peri urban area of Yogyakarta City with various development infrastructures. This study aims at (i) identifying villages located in the earthquakes hazard prone areas, (ii) assessing the level of development of each village, and (iii) explaining structural and non-structural mitigation strategy in each village according to the typology of regional development and potential earthquake hazard in Bantul Regency. The method used in this study is a mixed methods. The unit of analysis is village. In order to answer the first objective of this study, we use overlay method between village administration map and the earthquake hazard map. For the second objective, we use quantitative methods (scaling) to determine the level of regional development on social and economic aspects. While for the third objective, we use qualitative methods with a total sample of 9 villages. The sample was chosen based on the typology of the level of earthquake hazard. The results of the study show that: (i) out of 75 villages in Bantul District, most of them (29 villages) are located in the area with moderate earthquake hazard zone; (ii) Most of the villages in Bantul District are classified at the low and medium level of regional development level (28 villages for each level). The nine sample villages are then chosen according to the level of hazards and its regional development level. Analysis on each village mitigation strategy are then conducted. (iii) Villages with the highest priority to earthquake mitigation efforts are Sitimulyo Village and Argosari Village. This is due to its highest level of regional development and its highest earthquake hazard while the existing earthquake mitigation class are still in moderate level.

Kata Kunci : Ancaman Bencana, Gempabumi, Perkembangan Wilayah, Mitigasi Bencana

  1. S1-2018-368513-abstract.pdf  
  2. S1-2018-368513-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-368513-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-368513-title.pdf