Laporkan Masalah

Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah

ARFINDI YUNANDA SANTOSO, Dr Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.

2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Saat ini Indonesia sedang gencar melakukan berbagai pembangunan baik infrastruktur dan sumber daya manusia. Pembangunan yang dicanangkan tidak hanya untuk daerah di perkotaan saja melainkan di daerah perdesaan. Hal ini dilakukan dikarenakan masih adanya beberapa masalah yang perlu dibenahi, masalah tersebut salah satunya adalah pengangguran. Penggangguran ini tidak hanya terdapat pada daerah perkotaan saja tapi juga daerah perdesaan. Oleh sebab itu, perlu adanya sebuah perubahan yang harus dilakukan untuk dapat mengurangi pengangguran yang terjadi diperdesaan. Hal itulah yang mendorong untuk mencanangkan pembangunan dari desa ke desa, serta desa sebagai sentra pembangunan. Akibat permasalahan tersebut munculah Peraturan Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 Tentang BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) inilah salah satu solusi dalam mengatasi masalah yang muncul di perdesaan. Kegiatan-kegiatan BUMDes ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga, dan sekaligus mengupayakan pemberdayaan masyarakat karena BUMDes membuat warga dapat lebih mandiri karena melalui BUMDes mereka dapat memanfaatkan potensi diri mereka sendiri dan lingkungan disekitarnya. Penelitian ini berfokus pada keberfungsian kelembagaan pada upaya pemberdayaan masyarakat. Melihat hal itu peneliti menggunakan Konsep kelembagaan yang dikemukakan oleh Hendrie Adjie Kusworo. Teori membahas bagaimana keberfungsian lembaga dari tujuan, fungsi, dan formasi. Selain itu peneliti juga menggunakan konsep Pemberdayaan dapat dimaknai sebagai seuatu proses menuju berdaya atau proses untuk memperoleh daya/kekuatan/kemampuan, dan atau proses pemberian daya/kekuatan/kemampuan dari pihak yang memiliki daya kepada pihak yang kurang atau berdaya����¯�¿�½���¯���¿���½����¯�¿�½������¢����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½����¯�¿�½������¯����¯�¿�½������¿����¯�¿�½������½(Sulistiyani, 2004: 77). Jenis penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif Desa Penggarit merupakan desa dengan sebagian wilayahnya adalah persawahan, desa ini memiliki kesuburan tanah yang baik. Desa Penggarit ini memiliki banyak potensi yang sangat memungkinkan untuk dimanfaatkan. Desa Penggarit ini memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bernama Wiguna Utama. BUMDes ini memiliki beberapa unit yang menunjang tercapainya tujuan yang sudah disepakati bersama. Kaitannya dalam peran BUMDes dalam Pemberdayaan Masyarakat desa, dalam tahap proses BUMDes masih dalam tahap proses penyadaran, dikarenakan untuk melangkah ke tahap selanjutnya membutuhkan banyak faktor pendukung mulai dari dana hingga sumber daya manusia yang mendukung. Masyarakat Desa Penggarit secara umum sudah sadar dan paham bahwa potensi yang mereka miliki sangat banyak dan mampu untuk dimaksimalkan dalam pemanfaatannya. Salah satunya potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Penggarit yang sekarang sedang dikembangkan oleh BUMDes yang bernama Benowo Park. Perkembangan Benowo Park ini sangat banyak melibatkan peran dari masyarakat. Menunjukan bahwa ada perubahan pola pikir dari tidak sadar menjadi sadar untuk melakukan upaya pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan pengambilan data dan pengolahan data lapangan, dapat tergambarkan kondisi peran BUMDes dalam pemberdayaan Masyarakat Desa Penggarit. Bahwa BUMDes di Desa Penggarit perannya masih sangat sedikit dalam pemberdayaan masyarakat.

At present, Indonesia is ceaselessly making developments in both infrastructures and human resources. Aside from urban areas, the development is also planned for rural areas. It is because there are still some problems to address, including unemployment. This problem is not only found in urban areas but also in rural areas. Therefore, a change is needed to reduce unemployment in rural areas. It initiates the planning of village development, as well as villages as a development center. From this problem, the Regulation of the Ministry of Villages, Underdeveloped Regions, and Transmigration No. 4/2015 on Village-Owned Enterprises (BUMDes) is issued as a solution to the problems in rural areas. Activities by BUMDes are expected to improve the community economy and empower the community because BUMDes make people more independent by utilizing their own potentials and the surrounding environment. This research focuses on institutional functioning in community empowerment efforts. The researcher uses the Concept of Institution proposed by Hendrie Adjie Kusworo. This theory discusses institutional functioning from goals, functions, and formations. In addition, the researcher also uses the Concept of Empowerment as a process towards empowerment, a process to obtain power/strength/ability, and or a process of giving power/strength/abilities from groups with power to those who are yet empowered (Sulistiyani, 2004: 77). This is a descriptive qualitative research. Penggarit is a village mostly comprised of agricultural land with good soil fertility and abundant potentials to be utilized. It has a BUMDes named Wiguna Utama with several units that support the achievement of goals that have been mutually agreed upon. In terms of empowering rural communities, this BUMDes is still in the consciousness-raising process, because in order to move to the next stage, many supporting factors are needed, ranging from funding to human resources. Penggarit villagers, in general, are aware of their abundant potentials and able to maximize its utilization. One of the tourism potentials owned by Penggarit village is Benowo Park, which is currently developed by BUMDes. The development of Benowo Park has very much involved the community. It shows that there is a change in mindset from not being aware to being aware of the community empowerment efforts. Data collection and field data analysis show that BUMDes has very little role in the empowerment of Penggarit Village Community. This is because BUMDes is still relatively new and is still facing funding problems.

Kata Kunci : BUMDes, Pemberdayaan Masyarakat, Keberfungsian Lembaga/ Village-Owned Enterprises, Community Empowerment, Institutional Functioning

  1. S1-2018-347719-bibliography.pdf  
  2. S1-2018-347719-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2018-347719-title.pdf  
  4. S1-2018-363862-abstract.pdf  
  5. S1-2018-363862-bibliography.pdf  
  6. S1-2018-363862-tableofcontent.pdf  
  7. S1-2018-363862-title.pdf