Kajian Eko-Efisiensi Budidaya Lele Menggunakan Teknologi Bioflok dan Non-Bioflok
RATNADEWI WIDHIARTI, Dr. Wagiman, STP, M.si.; Darmawan Ari Nugroho, STP, M.P.
2018 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANTeknologi bioflok merupakan alternatif budidaya lele yang ramah lingkungan karena mampu mengurangi pencemaran bahan organik, penyebaran patogen, serta efisiensi lahan dan air. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilai eko-efisiensi teknologi bioflok budidaya lele yaitu perbandingan profit dan dampak yang ditimbulkan dari penerapan teknologi bioflok. Eko-efisiensi diperoleh dari indikator performa lingkungan. Indikator performa lingkungan yang terdiri dari intensitas penggunaan listrik, konsumsi material, konsumsi air, dan dampak CO2 yang dihasilkan. Sebagai kontrol maka digunakan teknologi konvensional atau teknologi non-bioflok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai eko-efisiensi budidaya lele teknologi bioflok sebesar Rp23.916,25/kg material, konsumsi energi sebesar Rp21.012,86/MJ, konsumsi air sebanyak Rp117.436,14/m3, dan emisi CO2 sebesar Rp39.996,43/kgCO2eq. Perbandingan rasio eko-efisiensi budidaya lele teknologi bioflok dengan non bioflok pada indikator konsumsi material yakni berbanding 1:10,88, pada indikator konsumsi air sebesar 1:41,64. Pada indikator konsumsi energi sebesar 1 : 1,11, dan pada indikator emisi CO2 sebesar 1:6,20. Dengan penerapan teknologi bioflok, profit yang didapat dari budidaya lele dibanding teknologi non-bioflok sebesar 1:2,89 dengan dampak yang ditimbulkan dari CO2 yakni sebesar 1: 0,47.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai eko-efisiensi budidaya lele teknologi bioflok sebesar Rp23.916,25/kg material, konsumsi energi sebesar Rp21.012,86/MJ, konsumsi air sebanyak Rp117.436,14/m3, dan emisi CO2 sebesar Rp39.996,43/kgCO2eq. Perbandingan rasio eko-efisiensi budidaya lele teknologi bioflok dengan non bioflok pada indikator konsumsi material yakni berbanding 1:10,88, pada indikator konsumsi air sebesar 1:41,64. Pada indikator konsumsi energi sebesar 1 : 1,11, dan pada indikator emisi CO2 sebesar 1:6,20. Dengan penerapan teknologi bioflok, profit yang didapat dari budidaya lele dibanding teknologi non-bioflok sebesar 1:2,89 dengan dampak yang ditimbulkan dari CO2 yakni sebesar 1: 0,47.
Kata Kunci : Bioflok, Budidaya Lele, Eko-efisiensi, Lingkungan