MODEL DESA WARISAN BUDAYA: STUDI KASUS DESA TROWULAN, KECAMATAN TROWULAN, KABUPATEN MOJOKERTO
INTAN MAULIDA AL BARROH, Dr. Niken Wirasanti, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 ARKEOLOGIKawasan Trowulan yang telah menjadi Kawasan Cagar Budaya peringkat Nasional tidak lepas dari ancaman kerusakan. Kerusakan tersebut mengancam keberadaan warisan budaya yang ada di Kawasan Trowulan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu strategi pelestarian yang dapat menanggulangi hal tersebut. Model desa warisan budaya merupakan salah satu strategi pelestarian yang dapat menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini berfokus di Desa Trowulan sebagai wilayah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun penerapan model desa warisan budaya dengan mengidentifikasi dan menganalisis kondisi yang terdapat Desa Trowulan serta menyusun rencana penerapan strategi tersebut. Penelitian ini diawali dengan identifikasi Desa Trowulan. Identifikasi dilakukan secara lebih mendalam terhadap Desa Trowulan yang terdiri dari identifikasi aspek kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat). Masing-masing aspek tersebut dianalisis menggunakan analisis SWOT untuk menentukan strategi yang akan dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi konservasi model desa warisan budaya yang terbagi dalam 4 aspek, yakni aspek pemberdayaan masyarakat, pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Arah pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan adalah membekali masyarakat dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi dalam aspek pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Arah dari implementasi aspek pelindungan adalah membuat partisipasi masyarakat terhadap pelindungan semakin tinggi dan dalam hal ini BPCB Jawa Timur berperan sebagai pendamping. Arah pengembangan warisan budaya di Desa Trowulan dititikberatkan pada pengumpulan penelitian, kajian, dan publikasi penelitian. Pemanfaatan yang dapat dikembangkan di Desa Trowulan berfokus pada bidang pariwisata dan pendidikan.
The Trowulan area which has become a National Rank Cultural Heritage Area cannot be separated from the threat of damage. The damage threatens the existence of cultural heritage in the Trowulan area. Therefore, a conservation strategy is needed in order to overcome the damage. The cultural heritage village model is one of the conservation strategies that can be an alternative to overcome these problems. This study focus in Trowulan Village as the research area. This study aims to arrange the application of the cultural heritage village model by identifying and analyzing the conditions in Trowulan Village and formulating plans for implementing the strategy. This research begins with the identification of the Trowulan Village. The identification is carried out more in-depth towards Trowulan Village which consists of identifying aspects of strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Each of these aspects was analyzed using SWOT analysis to determine the strategy to be carried out. The results of this study are the conservation strategy of the cultural heritage village model which is divided into 4 aspects, the aspects of community empowerment, protection, development, and utilization. The direction of community empowerment developed is to equip the community with the skills needed to be able to participate in aspects of protection, development, and utilization. The direction of the implementation of the protection aspect is to make the participation of the community in protection even higher and in this case, the BPCB Jawa Timur acts as a companion. The direction of the development of cultural heritage in Trowulan Village is focused on collecting research, studies and research publications. Utilization that can be developed in Trowulan Village focuses on tourism and education.
Kata Kunci : Model Desa Warisan Budaya, Desa Trowulan, pelestarian, SWOT