Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK UNGKAPAN PERINTAH DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

KHUMAIROH, Dr. Tri Mastoyo, M.Hum

2018 | Skripsi | S1 BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ungkapan perintah yang menggunakan modalitas wajib dan harus yang terdapat dalam pasal-pasal Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer). Paparan tersebut meliputi identifikasi ungkapan perintah dalam KUHPer berdasarkan ciri formalnya, jumlah klausanya, dan jenis kalimatnya, juga hubungan sintaksis dan semantis antarklausanya. Hal ini bertujuan untuk mencari perbedaan dan persamaan ungkapan perintah dengan modalitas wajib dan harus. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sintaksis. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak teknik simak bebas libat cakap. Sumber data penelitian ini adalah ungkapan perintah dengan modalitas wajib dan harus dalam KUHPer. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung. Metode ini digunakan untuk menganalisis bentuk ungkapan perintah dalam KUHPer. Berdasarkan analisis yang dilakukan diketahui bahwa ungkapan perintah dengan modalitas wajib dominan menggunakan jenis klausa verbal transitif aktif, sedangkan dalam ungkapan perintah dengan modalitas harus dominan menggunakan klausa verbal transitif pasif. Klausa dalam ungkapan perintah pasal-pasal KUHPer dihubungakn dengan konjungtor seperti dan, atau, jika, bila, kalau, maka, kecuali jika, kecuali bila, walaupun, meskipun, sebelum, sesudah, dan supaya. Berdasarkan konjungtor-konjungtor tersebut terbentuk hubungan semantis antarklausa dalam ungkapan perintah pasal-pasal KUHPer, antara lain hubungan penjumlahan, perlawanan, pemilihan, waktu, syarat, tujuan, konsesif, dan penyebab.

The purpose of this research is to describe imperative expressions which use modality of wajib and harus on the sentences of Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer). The descriptions include the identification of imperative expression on KUHPer based on the formal feature, the number of the clauses, and the kind of the sentences, also the syntax and semantic relation between the clauses. This descriptions aim to search the difference and the similarity of imperative expressions which use modality of wajib and harus. The research was conducted with syntax approach. The data was conducted using observation method with nonparticipation obsrvation techniques. The source of the data is the imperative expressions which use modality of wajib and harus on KUHPer. The analytical method used in this research is the distributional method with the direct element technique. This methode is used to analyze the referent of imperative expressions. Based on the research, imperative expressions using wajib is dominated by the active sentences, while on the imperative expressions using harus is dominated by the passive sentences. The expression on the imperative sentences were related using conjungtors like dan, atau, jika, bila, kalau, maka, kecuali jika, kecuali bila, walaupun, meskipun, sebelum, sesudah, and supaya. Based of those conjungtors, the semantic relation were formed which are the add relation, the opponent relation, the selection relation, the condition relation, the object relation, the consecutive relation, and the cause relation.

Kata Kunci : kalimat perintah, modalitas wajib, modalitas harus, hubungan sintaksis, hubungan semantis

  1. S1-2018-350175-abstract.pdf  
  2. S1-2018-350175-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-350175-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-350175-title.pdf