Laporkan Masalah

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Peternak Sapi terhadap Penyakit Antraks di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo

MUHAMMAD FATHI BANNA AL FARUQI, dr. R. Ludhang Pradipta Rizki, M.Biotech, Sp.MK; Dr. dr. Rustamadji, M.Kes; Drs. Abdul Wahab, MPH

2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar belakang: Terdapat kasus antraks yang muncul di Kabupaten Kulon Progo pada akhir tahun 2016. Hal ini menyebabkan perlunya membangun kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dari sudut pandang kesehatan, terlebih di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo yang memiliki kondisi geografis yang memudahkan terjadinya perluasan kasus antraks. Sebagai langkah awal dalam membangun kesiapsiagaan, diperlukan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penyakit antraks di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku peternak sapi terhadap penyakit antraks di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional noneksperimental dengan pendekatan potong lintang. Data diambil dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dengan 105 subjek penelitian. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peternak sapi di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Analisis data yang dilakukan dengan analisis persentase dan Uji Chi-Square untuk mengetahui gambaran serta hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku subjek penelitian terhadap antraks. Selain itu, Uji Chi-Square juga dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku subjek penelitian terkait antraks dan karakteristik dasar subjek penelitian berupa usia, tingkat pendidikan dan lama waktu dalam merawat sapi. Hasil: Tingkat pengetahuan subjek penelitian terkait penyakit antraks, yaitu 19% memiliki pengetahuan baik, 62% memiliki pengetahuan cukup baik, dan 19% memiliki pengetahuan kurang baik. Tingkat sikap subjek penelitian terhadap penyakit antraks, yaitu 37,1% memiliki sikap baik, 61,9% memiliki sikap cukup baik, 1% memiliki sikap kurang baik. Tingkat perilaku subjek penelitian terhadap penyakit antraks yaitu 84,8% memiliki perilaku baik, 12,3% memiliki perilaku cukup baik, dan 2,9% memiliki perilaku kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap penyakit antraks dengan usia peternak sapi. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan terkait penyakit antraks dengan tingkat pendidikan peternak sapi di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo. Kesimpulan: Peternak sapi di Desa Banaran Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo memiliki tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penyakit antraks dalam kategori cukup baik, sedangkan tingkat perilaku terhadap penyakit antraks tergolong dalam kategori baik.

Background: At the end of 2016, there were cases of anthrax in Kulon Progo Regency. It's needed to build awareness and preparedness of the community toward anthrax from a health standpoint, spesifically in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency whose geographical condition which contributes as a risk factor for anthrax incidence. A very first step in preparedness building toward anthrax is to evaluate the level of knowledge, attitude and practice towards anthrax in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency. Objective: To evaluate the level of knowledge, attitude and practice toward anthrax among the cattlemen in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency. Method: Non-experimental observational research design with cross sectional approach. The data were taken by using research instruments in the form of questionnaire with 105 research subjects. Research subjects used in this research were cattlemen in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency. Data analysis were done by percentage analysis and Chi-Square Test to find out the level and association of knowledge, attitude and practice of research subjects related to anthrax. In addition, Chi-Square Test was also conducted to determine the association between the level of knowledge, attitude and practice of research subjects related to anthrax and the characteristics of research subjects in the form of age, education level, and the length of cow-caring. Result: Related to anthrax, 19% of research subjects had good knowledge, 62% had fair knowledge, and 19% had poor knowledge. 37.1% of research subject had good attitude, 61.9 had fair attitude, 1% had poor attitude. 84.8% of research subjects had good practice, 12.3% had fair practice, and 2.9% had poor practice. There were significant association between the level of knowledge, attitude and practice related to anthrax with the age of the cattlemen. In addition, there was significant association between the level of anthrax-related knowledge level with the educational level of the cattlemen in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency. Conclusion: The cattlemen in Banaran Village, Galur District, Kulon Progo Regency had fair knowledge, fair attitude and good practice related to anthrax.

Kata Kunci : Pengetahuan, sikap, perilaku, antraks, peternak sapi

  1. S1-2018-346610-abstract.pdf  
  2. S1-2018-346610-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-346610-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-346610-title.pdf