Laporkan Masalah

Tinjauan Yuridis Objek Jaminan Fidusia yang Dirampas Oleh Negara Sebagai Barang Bukti dalam Tindak Pidana Illegal Logging

MAUREEN OCTAVIANI P, Hasrul Halili

2018 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian hukum ini bertujuan untuk mengetahui status hukum dari objek jaminan fidusia yang dirampas oleh negara sebagai barang bukti dalam tindak pidana illegal logging serta perlindungan hukum bagi kreditur selaku penerima fidusia apabila objek jaminan fidusia dirampas oleh negara. Penelitian hukum ini bersifat yuridis empiris, yaitu memadukan penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder dengan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan metode kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik dua kesimpulan. Pertama, apabila putusan menyatakan debitur dinyatakan tidak bersalah melakukan tindak pidana illegal logging, maka objek dikembalikan kepada pemilik yang bersangkutan. Apabila putusan menyatakan bahwa debitur dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana illegal logging, maka objek jaminan dinyatakan dirampas oleh negara dan kepemilikan atas objek jaminan fidusia tersebut berpindah kepada negara. Meskipun terjadi perampasan objek jaminan fidusia oleh negara, hal tersebut tidak menghapuskan baik jaminan fidusia maupun utang yang dibebani jaminan fidusia sehingga debitur tetap harus melakukan kewajibannya untuk melunasi utang-utangnya. Kedua, terdapat dua bentuk perlindungan hukum yang dapat diperoleh oleh kreditur apabila objek jaminan fidusia dirampas negara sebagai barang bukti dalam tindak pidana illegal logging, yaitu perlawanan dan gugatan wanprestasi.

This legal research aims to determine the legal status of fiduciary security objects seized by the state as evidence in criminal acts of illegal logging and legal protection for creditors as recipients of fiduciary if the object of fiduciary security is seized by the state. This legal research is empirical juridical, which combines library research to obtain secondary data with field research to obtain primary data. Data obtained from this study were analyzed with qualitative methods and presented descriptively. Based on the results of the study, two conclusions can be drawn. First, if the verdict states that the debtor is found not guilty of illegal logging, then the object is returned to the owner concerned. If the verdict states that the debtor is found guilty of committing illegal logging, then the object of fiduciary security is declared to be seized by the state and ownership of the object of fiduciary guarantee is transferred to the state. Despite the seizure of the object of fiduciary guarantee by the state, it does not eliminate both fiduciary and debt guarantees that are burdened with fiduciary guarantees so that the debtor must still carry out its obligations to pay off his debts. Second, there are two forms of legal protection that can be obtained by creditors if the object of fiduciary security is seized by the state as evidence in criminal acts of illegal logging, namely verzet and lawsuit on the basis of default.

Kata Kunci : perjanjian, fidusia, wanprestasi

  1. S1-2018-367589-abstract.pdf  
  2. S1-2018-367589-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-367589-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-367589-title.pdf