Laporkan Masalah

TINJAUAN YURIDIS MENGENAI REKAM MEDIS SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM GUGATAN PERDATA

MUHAMMAD RINTO MAULANA, Prof.Dr. Tata Wijayanta, S.H., M.Hum.

2018 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian dalam Penulisan Hukum ini secara objektif bertujuan untuk Mendapatkan pengetahuan lebih lanjut mengenai proses yang berkaitan dengan pembuktian dengan rekam medis sebagai alat bukti dalam gugatan perdata di pengadilan. Kemudian secara subjektif , tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Penelitian yang akan digunakan dalam penulisan hukum ini adalah penelitian hukum normatif yang didukung dengan wawancara narasumber, sifat penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu penelitian sekunder dengan tambahan data hasil wawancara. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian hukum normative akan dilakukan dengan mencari informasi dan fakta yang ada pada sumber kepustakaan atau sering disebut data sekunder dan mengumpulkan data yang diperoleh dari narasumber. Terhadap hasil penelitian dan pembahasan dalam Penulisan Hukum ini, diperoleh dua kesimpulan. Pertama, bahwa penggunaan rekam medis sebagai alat bukti dalam peradilan perdata dapat dilakukan karena pemanfaatan rekam medis yaitu dapat digunakan sebagai alat bukti dalam proses penegakan hukum karena rekam medis adalah bukti tertulis dan terekam. Kedua bahwa kekuatan pembuktian rekam medis dalam bentuk ringkasan keluar adalah akta bawah tangan sepihak yang memenuhi syarat formil dan materiil maka memiliki kekuatan pembuktian yang tidak dapat disamakan dengan kekuatan pembuktian sempurna dan mengikat pada akta otentik. Batas minimum pembuktian akta bawah tangan yang bukan sempurna dan mengikat mengaruskan agar rekam medis diajukan bersama alat bukti lain agar dapat meyakinkan hakim.

Research in this Legal Writing objectively aims to gain further knowledge about the related process about proof with medical records as evidence in civil suit in court. Then subjectively, the purpose of this study was to obtain a Bachelor of Law from the Faculty of Law, Gadjah Mada University. The research that will be used in this legal research is Normative legal research that is supported by interviewees, the nature of research conducted by the author is secondary research with additional data from interviews. Research conducted using the type of normative legal research will be carried out by searching for information and facts that are in the literature source or often called secondary data and collecting data obtained from interviewees. Through results of the research and study in this legal research, two conclusions were obtained. First, that the use of medical records as evidence in civil court can be done because the use of medical records is that they can be used as evidence in the process of law enforcement because medical records are classified as written and recorded evidence. Secondly, that the strength of the medical records as evidence in the form of summary exits is a unilateral deed that meets the formal and material requirements so that it has the strength of proof which cannot be equated with the perfect proof strength and binding on an authentic deed. The minimum limit for proof of a non-perfect and non-binding underhand deed requires that medical records be submitted along with other evidence in order to convince the judge.

Kata Kunci : Rekam Medis, Alat Bukti Perdata, Kekuatan Pembuktian, Batas Minimum Pembuktian

  1. S1-2018-363107-abstract.pdf  
  2. S1-2018-363107-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-363107-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-363107-title.pdf