PENGARUH INKLUSI PERBANKAN TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAPAN PADA KELOMPOK NEGARA PENDAPATAN MENENGAH KEBAWAH
RADITYA P ADIBRATA, Dumairy, Drs., M.A.,
2018 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIStudi ini meneliti hubungan inklusi perbankan terhadap ketimpangan pendapatan yang termasuk pada kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah. Usaha inklusi perbankan berarti kondisi seluruh rumah tangga dan bisnis dapat mengakses secara penuh lembaga keuangan termasuk perbankan, termasuk masyarakat miskin, dan terpencil. Kebijakan inklusi perbankan dilakukan untuk memiliki sistem keuangan yang berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi panel fixed effect dan Generalized Method of Moment (GMM). Hasil dari estimasi menunjukkan dua indikator inklusi perbankan memberikan hasil yang signifikan memengaruhi ketimpangan pendapatan. Inklusi perbankan pada layanan tabungan memberikan kontribusi ketimpangan pendapatan yang lebih rendah. Fasilitas deposit dapat dimanfaatkan oleh masyarakat miskin. Sedangkan, inklusi perbankan pada layanan kredit mengakibatkan ketimpangan pendapatan yang lebih tinggi. Buruknya risiko profil pada masyarakat miskin mengakibatkan mereka kesulitan untuk menggunakan fasilitas kredit formal.
This study discuss relationship between banking inclusion and income inequality on low-middle income countries. Banking inclusion where the conditions households and businesses able to access formal financial institutions easily without any restrictions, include poor, and isolated communities. Banking inclusion policies can beneficial to a financial system that contributes to reducing poverty and income inequality. Panel regression with fixed effects and Generalized Method of Moment are used to see the relationship between two variables. The results indicates that banking inclusion on deposit facilities contributes on reducing income inequality. New deposit facilities can be utilized by poor peoples. Otherwise, banking inclusion on credit facilities contributes on making income inequality wider. Poor people relatively not eligible to access credit facilities because considered does not meet requirements accessing credit.
Kata Kunci : inklusi perbankan, ketimpangan pendapatan, deposit, indeks gini, kredit