Laporkan Masalah

Perbedaan Pola Hubungan Ekonomi dan Politik Australia Dengan Cina Pada Tahun 2015-2018

BRIAN PATRIANOKI, Dr. Dafri Agussalim, M.A.

2018 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Skripsi ini membahas mengenai alasan Australia memiliki hubungan perdagangan dengan Cina yang cenderung stabil, namun hubungan politiknya cenderung diliputi ketegangan di tahun 2015-2018. Hubungan perdagangan mereka mengalami peningkatan secara stabil dari tahun 2015 hingga awal 2018. Berbeda dengan hubungan perdagangannya, hubungan politik Australia dan Cina cenderung memburuk dengan banyaknya komentar-komentar negatif yang dikeluarkan oleh pihak pemerintahan Cina dan Australia. Teori neo-fungsionalisme digunakan untuk melihat perilaku yang dipilih oleh Australia. Penjelasan mengenai penggunaan spill over effect dalam hubungan bilateral berguna untuk memperkuat landasan penggunaan neo-fungsionalisme yang seharusnya digunakan untuk mengkaji regionalisme. Ketergantungan perdagangan menjadi alasan utama Australia mempertahankan hubungannya dengan Cina, meskipun perbedaan pandangan politik sering kali menjadi pemicu perselisihan dalam hubungan politik mereka. Neo-fungsionalisme melihat adanya peran dari kerja sama ekonomi yang nantinya dapat mempengaruhi kerja sama di tingkat politik tinggi. Kerja sama antara Australia dan Cina yang paling berperan adalah China-Australia Free Trade Agreement (ChAFTA). BHP dan perusahaan-perusahaan dalam sektor pertambangan sebagai kelompok kepentingan Australia membawa kepentingannya ke meja perundingan pembuat kebijakan Australia melalui donasi dan desakan politik untuk membuat kondisi yang lebih kondusif. Atas dasar kekhawatiran bahwa hubungan politik dapat mempengaruhi hubungan perdagangan, BHP mendesak penetapan ChAFTA yang akhirnya meningkatkan hubungan perdagangan Australia-Cina serta memperbaiki hubungan politik mereka melalui banyaknya investasi yang diturunkan oleh Cina ke Australia.

This thesis discusses about Australia's reason for having a stable trade relation with China, yet their political relation is often covered with tension on the year of 2015 until 2018. Australia's trade relation with China grew exponentially and steadily throughout that year, but their political relation became worse after some negative comment being uttered by both of the government official. Neo-functionalism is used to see through the choices that Australia chose. Explanation about the use of neo-functionalism in bilateral relations is needed to reinforce its usage in this thesis since neo-functionalism usually spoke about regionalism. Trade dependence was Australia biggest reason to protect their relationship with China, even though their political view of the world differs and tend to ignite some disagreement. Neo-functionalism sees the role of economic cooperation that has the potential to affect their political cooperation. Cooperation between Australia and China that has the most impact is China-Australia Free Trade Agreement (ChAFTA). BHP and other company from mining sector as an interest group brought their interest into Australia's policy maker discussion through political donation and pressure. Under the worries that political relation can affect trade relation, BHP encourages the finalization of ChAFTA so that their trade relation improves and restore Australia and China's political relation through China increasing investment to Australia

Kata Kunci : Australia, Cina, neo-fungsionalisme, kelompok kepentingan, ChAFTA, hubungan perdagangan, hubungan politik.

  1. S1-2018-363157-abstract.pdf  
  2. S1-2018-363157-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-363157-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-363157-title.pdf