Laporkan Masalah

TINJAUAN PENERAPAN KEBIJAKAN TERKAIT PENGEMBALIAN DAN PELENGKAPAN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RSUD BAGAS WARAS KLATEN

LUTHFI WULANDARI, Angga Eko Pramono, S.K.M., M.P.H.

2018 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN

Latar Belakang: Kebijakan di RSUD Bagas Waras terkait pengembalian dan pelengkapan rekam medis pasien rawat inap, yaitu harus kembali ke instalasi rekam medis 1x24 jam baik lengkap maupun tidak lengkap. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di RSUD Bagas Waras, masih ditemukan pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap lebih dari 1x24 jam dan pelengkapan berkas rekam medis lebih dari 2x24 jam sehingga menghambat proses selanjutnya, seperti assembling atau koding. Tujuan: Meninjau kebijakan terkait pengembalian dan pelengkapan rekam medis rawat inap di RSUD Bagas Waras. Metode: Metode penelitian yang telah digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalah petugas rekam medis, petugas administrasi bangsal dan kepala rekam medis. Objek penelitian yaitu kebijakan rumah sakit, SPO pengembalian rekam medis, dan register pengembalian. Teknik pengambilan data menggunakan studi dokumentasi, observasi dan wawancara. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Tinjauan penerapan kebijakan menunjukkan bahwa pelaksanaan pengembalian serta pelengkapan belum sesuai dengan kebijakan atau SPO. Persentase keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap pada bulan Januari sebesar 30,8%, pada bulan Februari sebesar 34,3% dan pada bulan Maret adalah 42,76%. Kesimpulan: Pelaksanaan pengembalian dan pelengkapan rekam medis rawat inap di RSUD Bagas Waras belum sesuai dengan kebijakan ataupun SPO yang digunakan. Masih terdapat keterlambatan dalam pengembalian rekam medis. Waktu pelengkapan rekam medis belum sesuai dengan aturan Depkes RI tahun 1997.

Background: Policies related to the return medical records of inpatients in RSUD Bagas Waras, is must return to the installation of medical records 1x24 hours either complete or incomplete. Based on the observations, there is still a medical record return> 1x24 hours and completion> 2x24 hours so that inhibit the next process, such as assembling or coding. Objective: To review policies related to the return and completion of inpatient medical records at RSUD Bagas Waras. Methods: The research method that has been used was descriptive qualitative with case study research design. Research subjects were medical recorder, ward administration officer and head of medical record. The object of research was hospital�s policy, SPO return of medical record, and return register. Technique of taking data used documentation study, observation and interview. Test data validity used source and technique triangulation. Results: Review of policy implementation indicates that the implementation of returns and completion not in accordance with the policy or SPO. The percentage of late returns inpatients medical records at January is 30,8%, at February is 34,3% and at March is 42,76%. Conclusion: Implementation of return and completion of medical records of inpatients at RSUD Bagas Waras not in accordance with the policy or SPO used. There is still a delay in returning of medical records. Medical record completion time is not in accordance with regulation of Depkes RI 1997.

Kata Kunci : Kebijakan Rekam Medis, Pelengakapan, Pengembalian

  1. D3-2018-384611-abstract.pdf  
  2. D3-2018-384611-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-384611-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-384611-title.pdf