EFEK BERKUMUR EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) 4% TERHADAP AKUMULASI PLAK DAN STATUS GINGIVA PADA PENDERITA GINGIVITIS KATEGORI SEDANG
AYU DEWI SRI Y, Dr. drg. Juni Handajani, M. Kes. Ph.D;Prof. Dr. drg. Regina T.C Tandelilin, M.Sc
2018 | Skripsi | S1 HIGIENE GIGIGingivitis adalah peradangan pada gingiva yang bersifat reversibel. Gingivitis kategori sedang ditandai dengan kemerahan, edema, berkilat, dan terjadi perdarahan saat probing. Etiologi utama gingivitis adalah akumulasi plak gigi yang mengandung bakteri sebagai komponen utamanya. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu bahan alami yang mengandung beberapa zat fitokimia seperti minyak atsiri dan flavonoid sebagai zat antiinflamasi, triterpenoid, saponin, dan tanin sebagai zat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek berkumur ekstrak etanol daun kemangi 4% terhadap akumulasi plak dan status gingiva pada penderita gingivitis kategori sedang. Dua puluh subjek berusia 20-24 tahun dengan gingivitis kategori sedang menurut Loe and Silness dibagi acak untuk 10 orang berkumur dengan larutan ekstrak etanol daun kemangi 4% dan 10 orang berkumur dengan obat kumur chlorhexidine 0,1% selama 5 hari berturut-turut. Subjek diperiksa nilai indeks plak O'Leary dan indeks gingiva Loe and Silness pada hari ke-0 dan ke-6. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Mann Whitney (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan berkumur dengan ekstrak etanol daun kemangi 4% lebih baik dalam menurunkan indeks plak dan indeks gingiva pada penderita gingivitis kategori sedang. Hasil uji Mann Whitney pada kedua kelompok menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai indeks plak dan indeks gingiva sesudah berkumur ekstrak etanol daun kemangi 4% dibandingkan chlorhexidine 0,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah berkumur ekstrak etanol daun kemangi 4% berpengaruh bermakna dalam menurunkan akumulasi plak dan meningkatkan status gingiva pada penderita gingivitis kategori sedang menjadi lebih baik.
Gingivitis is a reversible gingiva inflammation. Moderate gingivitis is characterized by redness, edema, shiny, and bleeding on probing. The main etiology of gingivitis arises from the accumulation of dental plaque with the bacteria as the major part. Tulsi leaf (Ocimum sanctum L.) is one of the natural ingredients that contains several phytochemicals substances such as essential oils and flavonoids as anti-inflammatory substances, triterpenoids, saponins, and tannins as antibacterial substances. The aim of the study was to gargling with 4% tulsi leaf extract solution on plaque accumulation and gingival status in moderate gingivitis patients. Twenty subjects aged 20-24 years old with moderate gingivitis according to Loe and Silness were randomly divided to 10 people gargled 4% tulsi leaf extract solution and 10 people gargled 0,1% chlorhexidine mouthwash for 5 consecutive days. Subject were examined O'Leary plaque index and gingival index of Loe and Silness on day 0 and 6. The data were analyzed using Mann Whitney (p<0,05). The results showed that gargling 4% tulsi leaf extract was better in reducing plaque index and gingival index in moderate gingivitis patients. The results Mann Whitney's analysis in both groups showed a significant difference in plaque index values and the gingival index after gargling with 4% tulsi leaf extract compared to 0.1% chlorhexidine. The conclusion of this study was that gargling with 4% tulsi leaf extract has a significant effect on reducing plaque accumulation and improving gingival status in moderate gingivitis patients to be better.
Kata Kunci : Gingivitis, daun kemangi (Ocimum sanctum L.), berkumur