Keberlanjutan Program Budidaya Lebah Kelulut: Pendekatan Proses dalam Pelaksanaan CSR PT Antang Gunung Meratus
FARDILA NASRIYATI, Nurhadi, S.Sos., M.Si., Ph.D
2018 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANTulisan ini bertujuan untuk mengetahui keberlanjutan program pengembangan masyarakat memalui program budidaya lebah kelulut. Adanya produksi batu bara oleh perusahaan telah berdampak ke lingkungan yang berada di sekitar wilayah produksi. Sebagai tanggung jawab perusahaan, PT Antang Gunung Meratus berkomitmen untuk malaksanakan program Community Development guna meningkatkan kapasitas masyarakat agar terciptanya kemandirian masyarakat yang berkelanjutan. Untuk itu tulisan ini berisi tentang keberlanjutan dari program pengembangan masyarakat yang dilakukan PT. Antang Gunung Meratus, salah satu program yang hingga saat ini masih berjalan yaitu Budidaya Lebah Kelulut. Dalam melihat keberlanjutan program budidaya lebah kelulut, penulis menggunakan pendekatan keberlanjutan program melalui tiga dimensi, menurut Soetomo (2006) Keberlanjutan diwujudkan melalui kebelajutan tiga dimensi yang saling berkaitan. Dimensi yang dimaksud diantaranya dimensi ekonomi, sosial dan sumber daya. Dimensi ekonomi focus bagaimana manfaat yang dapat diperoleh untuk meningkatkan kehidupan, dimensi sosial memfokuskan pada bentuk tindakan bersama masyarakat dituangkan dalam rutinitas bersama dalam usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta dimensi sumber daya memfokuskan bagaimana masyarakat menjaga sumber daya alam tersebut. Untuk membantu menjelaskan ketiganya, peneliti melakukan analisis pada setiap tahap program dengan Suharto (2009) diantaranya tahap pendekatan, asesmen program, perumusan program, implementasi, dan evaluasi. Karya ini disusun melalui pencarian data dengan metode kegiatan magang yang dilakukan di PT. Antang Gunung Meratus selama dua bulan dengan kegiatan lapangan maupun administrasi kantor. Penulis berkesempatan mengikuti proses pelaksanaan CSR dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban CSR. Informasi dan data yang digunakan untuk penyusunan karya ini diperoleh melalui olah data hasil diskusi dan wawancara dengan aktor yang terlibat dalam program diantaranya; penerima manfaat program; manajemen CSR yaitu supervisor dan tenaga lapangan; pemerintah daerah. Informasi didukung dengan dokumen perusahaan, observasi dan dokumentasi selama proses magang berlangsung. Hasil penelitian yang dilakukan selama kegiatan magang menjelaskan keberlanjutan program budidaya lebah kelulut termasuk dalam keberlanjutan tingkat dua yang artinya program masih berlanjut namun memerlukan dukungan yang besar dari perusahaan. Masyarakat tidak menunjukan kegiatan rutinitas yang mampu menciptakan manfaat bersama untuk meningkatkan taraf kehidupan bersama. Permasalahan tidak hanya terjadi karena tahapan pelaksanaan pengembangan masyarakat yang tidak dijalankan Departemen CSR dan Community Development (Comdev) namun juga belum ada rencana jangka panjang dari perusahaan dalam memandang CSR kedepannya sehingga keberlanjutan program belum sepenuhnya dapat dilaksanakan.
This paper aims to determine the sustainability of community development program through the program of Budidaya Lebah Kelulut. The coal mining has an impacted on the environment around the production area. As a corporate responsibility, PT Antang Gunung Meratus is committed to implementing the Community Development program to increase the capacity of the community to create sustainable community independence. For this reason, this article contains the sustainability of the community development program conducted by PT. Antang Gunung Meratus, one of the programs that is still running,Budidaya Lebah Kelulut program. In looking at the sustainability of the program, the author uses a three-dimensional program sustainability approach, according to Soetomo (2006) Sustainability is realized through interrelated three-dimensional succession. The dimensions in question include economic, social and resource dimensions. The economic dimension focuses on how the benefits that can be gained to improve life, the social dimension focuses on the form of collective action of the community as outlined in joint routines in an effort to improve the standard of living of the community, as well as the dimensions of the resource focus on how people protect these natural resources. To help explain the three, researcher conducted analysis at each stage of the program with Suharto (2009) including the approach stage, program assessment, planning program , implementation, and evaluation. This work was compiled through data search with the method of internship activities conducted at PT. Antang Gunung Meratus for two months with field activities and office administration. The author has the opportunity to follow the CSR implementation process from planning, implementing, to CSR accountability. Information and data used for the preparation of this work were obtained through data processing from discussions and interviews with actors involved in the program including; program beneficiaries; CSR management, supervisors and field workers; local government. Information is supported by company documents, observation and documentation during the internship activities . The results of research conducted during the internship explains the sustainability of Budidaya Lebah Kelulut program, is categorized as the second level of sustainability, which means that the program continues but requires great support from the company. The community does not show routine activities that can create shared benefits to improve the standard of living together. Problems do not only occur because of the stages of community development that are not carried out by the CSR and Community Development (Comdev) Department, but also there is no long-term plan from the company in looking at CSR in the future so that the sustainability of the program cannot be fully implemented.
Kata Kunci : Kata kunci: Corporate Social Responsibility, Pendekatan Proses, Keberlanjutan Program