Laporkan Masalah

Kajian Retrospektif Drug-Related Problems pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Periode November-Desember 2017

MURAH RISKI NOVI ASSHAGAB, Mawardi Ihsan, M.Sc., Apt.

2018 | Skripsi | S1 FARMASI

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit dengan angka Drug-Related Problems (DRPs) yang cukup tinggi. Pasien diabetes yang mengalami DRPs dapat menyebabkan kontrol gula darah tidak tercapai, hal ini dapat berkontribusi secara signifikan terhadap morbiditas atau mortalitas, lama rawat inap, dan peningkatan biaya perawatan. Sebagian besar kasus DRPs yang terjadi sebenarnya dapat dicegah. Oleh karena itu, kajian dan identifikasi secara dini mengenai masalah terkait obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat inap penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional dan dilakukan pada pasien diabetes melitus yang dirawat inap di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada periode November-Desember 2017. Pengumpulan subyek dilakukan dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medik pasien. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui persentase jumlah pasien yang mengalami DRPs, jumlah keseluruhan DRPs, rata-rata jumlah DRPs per pasien, dan persentase kejadian DRPs tiap kategori. Berdasarkan hasil penelitian ini sebanyak 126 kasus DRPs berhasil diidentifikasi dari 49 data pasien. Rata-rata 2,57 ± 2,03 DRPs terjadi per pasien. Di antara pasien ini, 85,7% mengalami setidaknya satu DRPs dan 61,2% diantaranya memiliki paling tidak dua DRPs. Persentase kejadian tiap kategori DRPs yaitu terapi obat yang tidak diperlukan 37,3%, memerlukan terapi obat tambahan 20,6%, obat tidak efektif 5,6%, dosis terlalu rendah 25,4%, reaksi obat merugikan (adverse drug reactions) 7,1%, dan dosis terlalu tinggi 4,0%.

Diabetes mellitus is one of the diseases with high rates of Drug-Related Problems (DRPs). Diabetic patients with DRPs can cause blood sugar control not achieved, this may contribute significantly to morbidity or mortality, length of stay, and increased costs. Most of the DRPs that happened can actually be prevented. Therefore, it is important to study and identify drug-related problems on inpatients with type 2 diabetes mellitus. This study used cross-sectional design and was conducted in patients with diabetes mellitus who were hospitalized at Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada in period November-December 2017. Collection of the subject was done by simple random sampling method. Data were collected retrospectively based on the patient's medical records. The data obtained were analyzed descriptively to determine the percentage of patients with DRPs, the total number of DRPs, the average number of DRPs per patient, and the percentage incidence of DRPs per category. Based on the results of this study, 126 DRPs were identified from 49 patients. On average 2,57 ± 2,03 DRPs occurred per patient. Among these patients, 85,7% had at least one DRPs and 61,2% of whom had at least two DRPs. Percentage occurrence of each category of DRPs were unnecessary drug therapy 37,3%, needs additional therapy 20,6%, ineffective drug 5,6%, dosage too low 25,4%, adverse drug reactions 7,1%, and dosage too high 4,0%.

Kata Kunci : drug-related problems, diabetes melitus tipe 2, rawat inap

  1. S1-2018-362852-abstract.pdf  
  2. S1-2018-362852-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-362852-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-362852-title.pdf