Laporkan Masalah

Analisis Sumber Penghidupan Pembudidaya Ikan di Dusun Plaosan Desa Sendangrejo Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman

LUTFI FARHAN F, Ir. Hery Saksono, M.A

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK

Dusun Plaosan merupakan dusun yang memiliki potensi budidaya perikanan yang sangat baik, potensi tersebut menarik untuk diteliti karena dapat menggambarkan sumber penghidupan pembudidaya ikan di daerah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aset penghidupan yang dimiliki dan diakses pembudidaya serta mengetahui permasalahan pengelolaan asset. Penelitian lapangan dilakukan pada bulan Maret 2018 hingga Juni 2018 menggunakan metode survai. Aset penghidupan yang dimiliki pembudidaya terdiri dari lima aset yaitu aset alam, aset fisik, aset manusia, aset finansial, dan aset sosial. Aset manusia yang dimiliki oleh pembudidaya adalah keterampilan perikanan (100%), kesehatan (82,35%), dan pendidikan (100%). Aset sosial yang dapat dimanfaatkan oleh pembudidaya adalah berupa organisasi (82,35%), kegiatan kampung (88,24%), jaringan industri pakan ikan (91,18%), akses pemerintahan (17,65%), pemasaran (97,05%), dan pembudidaya lain di luar Dusun Plaosan (52,94%). Aset alam yang dapat dimiliki berupa ternak (47,06%), lahan (67,65%), dan akses air (100%). Aset fisik yang dimiliki pembudidaya adalah berupa kendaraan pribadi (100%), sarana informasi (100%), sarana budidaya (50%), jalan dan saluran irigasi. Aset finansial yang dimiliki pembudidaya adalah pendapatan (95%), tabungan (94,12%), dan pinjaman (85%). Seluruh pembudidaya dapat mengakses dan memafaatkan berbagai aset tersebut untuk digunakan dalam sumber penghidupan. Permasalahan pembudidaya adalah kurangnya keterampilan pembenihan, persentase keikutsertaan dalam pelatihan rendah, permasalahan benih, ancaman lingkungan, konflik, kepemilikan sarana budidaya, permasalahan harga jual, dan kenaikan biaya produksi.

Dusun Plaosan is a village which has a great potential in aquaculture, this potential has an interesting point to study which can describe the source of livelihood of fish farmers in this area. The purpose of this study is to find out the livelihood assets owned and accessed by fish farmers and more about assets management issues. Field research was conducted in March 2018 to June 2018 using survey methods. Livelihood assets owned by farmers consists of five elements, which is natural assets, physical assets, human assets, financial assets, and social assets. Human assets that owned by fish farmers are fishery skills (100%), health (82.35%) and education (100%). Social assets that can be beneficial to farmers are organizations (82.35%), village activities (88.24%), networks or channels in fish feed industry (91.18%), government access (17.65%), market (97.05%) and another farmers from outside Dusun Plaosan (52.94%). Natural assets that owned by farmers include livestock (47.06%), land (67.65%) and access to water source (100%). Physical assets that owned by farmers are vehicles (100%), information facilities (100%), cultivation facilities (50%), roads and irrigation drain. Financial assets that owned by farmers are income (95%), savings (94.12%) and loans (85%). Fish farmers can access all this assets to use as the source of their livelihood. Problems that are likely to appear for these fish farmers are fish farmers does not know much about hatching skill, percentage when training attendance is low, fish seed problems, climate change, conflict, ownership of farming tools, demanding price, increasing production cost.

Kata Kunci : aset, akuakultur, pembudidaya, penghidupan, plaosan

  1. S1-2018-366075-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366075-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366075-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366075-title.pdf