Hubungan antara Literasi Kesehatan dengan Perilaku Perawatan Ibu pada Anak Balita di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta
AULIA ULFI ARDANI, Anik Rustiyaningsih, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.An; Lely Lusmilasari, S.Kp., M.Kes., Ph.D
2018 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATANLatar Belakang: Perilaku perawatan ibu saat ini masih belum maksimal. Perilaku ini masih kurang tepat misalnya dalam hal pemberian makan, pemberian stimulasi psikososial, pemenuhan kebersihan diri balita dan pencarian pengobatan ketika anak sakit. Perilaku perawatan ibu salah satunya dipengaruhi oleh literasi kesehatan. Literasi kesehatan ibu memengaruhi pengetahuan kesehatan, pengambilan keputusan kesehatan, juga kemampuan ibu untuk merawat anak. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan dengan perilaku perawatan ibu pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 105 orang. Kuesioner yang digunakan adalah Instrumen HLS-ASIA Q untuk mengukur literasi kesehatan ibu dan kuesioner perilaku perawatan ibu yang dikembangkan dari teori Engle dan Memon (1997), tentang konsep perawatan anak, nutrisi dan pengukurannya, serta kuesioner karakteristik responden. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan perilaku perawatan ibu (p< 0,001) pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Saptosari Gunungkidul Yogyakarta. Pada penelitian ini perilaku perawatan ibu terdiri dari 4 aspek yaitu perilaku pemberian makan, stimulasi psikososial, pemenuhan kebersihan diri balita, dan pencarian pengobatan ketika anak sakit. Literasi kesehatan yang berhubungan signifikan dengan perilaku perawatan ibu adalah dalam hal perilaku pemberian makan (p= 0,001) dan perilaku stimulasi psikososial (p<0,001) sedangkan perilaku pemenuhan kebersihan diri balita (p=0,067) dan perilaku pencarian pengobatan (p= 0,134) tidak memiliki hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan dengan perilaku perawatan ibu pada balita usia 24-59 bulan di Kecamatan Saptosari Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian berikutnya perlu memberikan intervensi untuk melihat perbedaan literasi kesehatan dan perilaku perawatan ibu.
Background: Mother care behavior is currently not in maximum level. The behavior remain inappropriate in providing food, psychosocial stimulation, satisfying personal hygiene, and exploring the cure of illnessed children. One of related factor determine the behavior is from mother health literacy. Health literacy influence mother to gain health awareness, perform quick decision, and the ability of nurturing their children. Purpose: This study aimed to explore relationship between health literacy and mother care behavior towards children at the age of 24-59 months in Sub-District Saptopsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Method: It was a correlational analytic study with cross-sectional design. This research used consecutive sampling with 105 participants. Questionnaire instrument utilized was HLS-ASIA Q to calculate health literacy on mother, meanwhile the behavior assessment done by Engle and Mamon’s (1977) theory with the concept of children care, nutrition and its calculation. Additional questionnaire to obtain the characteristic of the research participant also distributed. Results: There is a significant relationship between health literacy and mother care behavior (p<0,001) to children at the age of 24-59 months in Sub-District of Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta. At this study mother care behavior consists of 4 aspects, including feeding behavior, psychosocial stimulation, satisfying personal hygiene, and health seeking behavior for children. Health literacy aspect with significant relation to the performance of mother’s care were providing food (p= 0.001) and psychosocial stimulation (p< 0,001) besides, the performance of satisfying personal hygiene (p= 0,067) and health seeking behavior for children (p = 0,134) have no significant relation. Conclusion: There is a relationship between health literacy and mother care behavior of children aged 24-59 months in Saptosari Gunungkidul Yogyakarta. Future studies required to define suitable intervention toward mother in enhancing health literacy and mother care behavior.
Kata Kunci : literasi kesehatan ibu, perilaku perawatan ibu, karakteristik ibu, peran petugas kesehatan