HUBUNGAN ANTARA KETAHANAN PANGAN TINGKAT RUMAH TANGGA, ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN MASALAH GIZI KURANG (UNDERNUTRITION) PADA ANAK USIA 6-23 BULAN DI KECAMATAN KALIBAWANG KABUPATEN KULON PROGO PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PUTRI PRASSANTI N S, Dr. Toto Sudargo, SKM., M.Kes ; Ika Ratna Palupi, S.Gz., M.Sc, Dietisien
2018 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATANLatar belakang: Masalah gizi di Indonesia sedang menjadi sorotan utama dari bidang kesehatan, terutama masalah stunting. Beberapa penyebab stunting di antaranya adalah praktek pengasuhan yang kurang baik, terbatasnya pelayanan kesehatan, kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi. Ketahanan pangan tingkat rumah tangga merupakan salah satu faktor penting dalam mempengaruhi asupan makanan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara ketahanan pangan tingkat rumah tangga, asupan energi dan protein dengan kejadian masalah gizi kurang (undernutrition) pada anak usia 6-23 bulan. Metode penelitian: merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional yang melibatkan subjek sebanyak 58 orang anak usia 6-23 bulan. Pengambilan data ketahanan pangan, asupan energi, dan protein menggunakan kuesioner dan wawancara. Data berat badan dan tinggi badan anak diperoleh melalui pengukuran langsung. Hasil penelitian: Sebagian besar subjek (69%) dengan keadaan tahan pangan, memiliki tingkat asupan energi dan protein yang cukup, serta sebanyak 41,4% anak mengalami masalah gizi kurang (stunting). Hasil analisis menggunakan uji chi square diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan tingkat rumah tangga dengan kejadian masalah gizi kurang (p=0,020). Tidak terdapat hubungan antara asupan energi dan protein dengan kejadian masalah gizi kurang (p=0,858; p=0,281). Tidak terdapat hubungan antara ketahanan pangan tingkat rumah tangga dengan asupan energi dan protein (p=0,288; p=0,282). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan tingkat rumah tangga dengan kejadian masalah gizi kurang (undernutrition) pada anak usia 6-23 bulan di Kalibawang Kulon Progo.
Background: Nutrition problems in Indonesia are in the spotlight of the health sector, especially the problem of stunting. Some of the causes of stunting include poor parenting practices, limited health services, lack of household / family access to nutritious food. Household-level food security is one of the important factors in influencing food intake. Objective: To determine the association between household level food security, energy and protein intake and the incidence of undernutrition in children aged 6-23 months. Research method: an observational study with a cross-sectional design involving subjects as many as 58 children aged 6-23 months. Retrieval of food security, energy intake and protein data using questionnaires and interviews. Data on body weight and height is obtained through direct measurement. Results: Most of the subjects (69%) with food-resistant conditions, had adequate levels of energy and protein intake, and as many as 41.4% of children experienced malnutrition (stunting). The results of the analysis using the chi square test revealed that there was a significant association between household level food security and the incidence of undernutrition (p = 0.020). There was no association between energy and protein intake and the incidence of malnutrition (p = 0.858; p = 0.281). There is no association between household level food security and energy and protein intake (p = 0.288; p = 0.282). Conclusion: There is a significant association between household level food security and the incidence of undernutrition in children aged 6-23 months in Kalibawang Kulon Progo.
Kata Kunci : Ketahanan pangan, asupan energi, asupan protein, gizi kurang