Laporkan Masalah

KEMISKINAN DAN DISPARITAS PENDAPATAN RUMAH TANGGA TANI BAWANG MERAH BERDASARKAN KEPEMILIKAN LAHAN DI KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES

DEWI RENGGANIS, Pinjung Nawang Sari, S.P. M.Sc.; Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.; Sugiyarto, S.P., M.Sc.

2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui kontribusi pendapatan usahatani bawang merah terhadap pendapatan rumah tangga (2) mengetahui kesenjangan pendapatan rumah tangga tani bawang merah (3) mengetahui tingkat kemiskinan rumah tangga tani bawang merah (4) mengetahui proporsi rumah tangga miskin pada rumah tangga tani bawang merah (5) mengetahui tingkat kedalaman kemiskinan rumah tangga tani bawang merah serta (6) mengetahui tingkat keparahan kemiskinan rumah tangga tani bawang merah berdasarkan kepemilikan lahan di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 28 petani lahan sewa dan 28 petani lahan milik sendiri. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kontribusi pendapatan dari usahatani bawang merah, non-bawang merah dan luar usahatani; analisis ketimpangan berdasarkan kriteria koefisien gini beserta dekomposisinya, Bank Dunia dan Kurva Lorenz; serta tingkat kemiskinan berdasarkan kriteria Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), Badan Pusat Statistik (BPS) dan Foster Greer Thorbecke (FGT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan usahatani bawang merah terhadap pendapatan rumah tangga pada lahan milik sendiri tidak berbeda nyata dengan lahan sewa; kesenjangan pendapatan rumah tangga tani bawang merah pada lahan milik sendiri menurut kriteria koefisien gini adalah tinggi dan menurut Bank Dunia adalah sedang, sedangkan kesenjangan pendapatan rumah tangga tani bawang merah pada lahan sewa menurut kriteria koefisien gini adalah sedang dan menurut Bank Dunia adalah sedang; tingkat kemiskinan rumah tangga tani bawang merah menurut kriteria Bank Dunia pada kedua kepemilikan lahan termasuk miskin, menurut kriteria BPS pada kedua kepemilikan lahan termasuk tidak miskin sedangkan menurut kriteria ADB pada lahan milik sendiri termasuk tidak miskin dan pada lahan sewa termasuk miskin; proporsi rumah tangga tani bawang merah yang dikategorikan miskin pada kedua kepemilikan lahan memiliki persentase 7,14%; tingkat kedalaman kemiskinan rumah tangga tani bawang merah pada lahan milik sendiri sebesar 2,94% dan pada lahan sewa sebesar 0,43%; serta tingkat keparahan kemiskinan rumah tangga tani bawang merah pada lahan milik sendiri sebesar 0,91% dan pada lahan sewa sebesar 0,03%.

This study aims to (1) determine the contribution of shallot farming income to household income (2) determine the income inequality in shallot farm households' (3) find out the poverty level of shallot farm households' (4) find out the proportion of the poor in shallot farm households' (5) determine the level of poverty depth of shallot farm households' and (6) find out the severity of poverty shallot farm households' based on land ownership in Wanasari District, Brebes Regency. The basic method using descriptive analysis method. Sampling using purposive sampling method with a sample of 28 farmers in lease land and 28 farmers in self-own land. The analysis method used is the analysis of income and income contribution from shallot farming, non-shallot farming and outside farming; analysis of inequality based on the criteria of the Gini coefficient and its decomposition, the World Bank and the Lorenz Curve; and poverty levels based on the criteria of the World Bank, Asian Development Bank (ADB), Central Statistics Agency (BPS) and Foster Greer Thorbecke (FGT). The result shows that the contribution of shallot farming income to household income on self-owned land is not significantly different from leased land; the income inequality of shallot farming household on self-owned land according to the criteria of the Gini coefficient is high and according to the World Bank is moderate, while the income inequality of shallot farm households' on leased land according to the criteria of the Gini coefficient is moderate and according to the World Bank is moderate; the poverty level of shallot farm households' according to World Bank for both land ownership is poor, according to BPS for both land ownership is not poor while according to ADB on self-owned land is not poor and on leased land is poor; the proportion of shallot farm households' categorized as poor in both land ownership has a percentage of 7.14%; the level of poverty depth of shallot farm households' on self-owned land is 2.94% and on leased land is 0.43%; and the level of poverty severity of shallot farm households' on self-owned land is 0.91% and on leased land is 0.03%.

Kata Kunci : kesenjangan pendapatan, kemiskinan, kepemilikan lahan, rumah tangga tani, bawang merah

  1. S1-2018-364267-Abstract.pdf  
  2. S1-2018-364267-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364267-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364267-Title.pdf