FENOMENA "GRADUATING FROM MARRIAGE" DI KOREA SELATAN
CLARISHA SEHULINA B, Yuni Wachid Asrori, S.S., M.A.
2018 | Tugas Akhir | D3 BAHASA KOREATugas Akhir ini berjudul �Fenomena Graduating from Marriage (졸Ã�¼) di Korea Selatan.� Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan sosial yang sering muncul dalam kehidupan pernikahan di Korea Selatan dan faktor pendukung terjadinya perilaku jolhon dalam kehidupan pernikahan masyarakat Korea Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menekankan pada penelitian non angka dengan data penelitian yang berupa refrensi kajian pustaka, jurnal, berita media online, dan berbagai artikel-artikel relevan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Korea yang berhubungan dengan rumusan masalah yang terdapat pada penelitian ini. Pernikahan merupakan suatu hal sakral dalam kehidupan manusia, namun seringkali munculnya permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga menimbulkan perbedaan hingga menjadikan hal tersebut sebagai alasan sebuah perpisahan diantara pasangan suami dan istri. Permasalahan sosial yang terdapat dalam kehidupan pernikahan masyarakat Korea membawa kepada suatu perubahan sosial dan cara pandang masyarakatnya terhadap tata cara menjalani sebuah keluarga dalam kehidupan sosial pernikahan yang ada di Korea Selatan. Dengan adanya berbagai permasalahan tersebut munculah tren sosial baru di tengah-tengah permasalahan sosial yang terjadi di dalam rumah tangga Korea Selatan yang disebut dengan graduating from marriage atau jolhon dalam bahasa Korea, sebagai tindak alternatif sebuah pasangan untuk hidup terpisah tanpa melalukan perceraian . Kata kunci : pernikahan, perceraian, masalah sosial, lulus dari pernikahan, masyarakat, Korea Selatan
This Final Project is entitled "The Phenomenon of Graduating from Marriage (졸Ã�¼) in South Korea.� This research focuses on the social problems that often arise in married life in South Korea and contributing factors to the behavior of jolhon in South Korean society's marriage life. This research was conducted using descriptive qualitative methods that emphasize non-numerical research with research data in the form of references to literature reviews, journals, online media news, and various relevant articles in Indonesian, English and Korean relating to the problem formulation in this research. Marriage is a sacred thing in human life, but often the emergence of problems that occur in the household makes a difference to make it a reason for separation between husband and wife. The social problems found in Korean society's marriage life lead to a social change and the way people view the procedure for living a family in the marital social life in South Korea. With these various problems emerging new social trends in the midst of social problems that occur within the South Korean household called the graduating from marriage or jolhon in Korean, as an alternative act of a partner to live apart without divorce. Keywords: marriage, divorce, social problems, graduating from marriage, society, South Korean
Kata Kunci : pernikahan, perceraian, masalah sosial, lulus dari pernikahan, masyarakat, Korea Selatan