Laporkan Masalah

Implementasi dan Analisis Redundant Link Jaringan SCADA PLN Gardu Induk Lomanis

DWIJAYANTI KUSMAYNI, Muhammad Arrofiq, S.T., M.T., Ph.D

2018 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA INTERNET

PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) merupakan salah satu Internet Service Provider (ISP) di Indonesia yang berperan untuk menyediakan layanan jaringan bagi pelanggannya dan induk perusahaannya yaitu PT PLN. Internet Protocol Virtual Private Network (IPVPN) merupakan salah satu layanan yang disediakan ICON+ untuk mendukung komunikasi dalam proses pengiriman data SCADA pada kantor-kantor PLN. Keberhasilan dalam proses pengiriman data SCADA menjadi suatu keharusan bagi PT PLN, maka dari itu sangat diperlukan komponen high availibity dalam layanan tersebut. Umumnya, jalur komunikasi IPVPN hanya terdapat satu, dengan demikian akan memiliki peluang lebih tinggi mengalami gangguan sehingga berakibat pada turunnya tingkat availability. Untuk itu, penelitian ini akan menganalisis serta mengimplementasikan pada simulator GNS3 tentang redundant link melalui penerapan sistem main link dan backup link yang diterapkan oleh ICON+ dengan mengambil satu studi kasus yaitu layanan IPVPN pada SCADA PLN GI Lomanis. Redundant link diterapkan pada router customer melalui penambahan atribut weight pada routing BGP. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian nilai weight yang lebih tinggi pada suatu neighbor akan berperan sebagai main link dan sebaliknya. Selain itu, backup link dapat membackup main link ketika main link mati. Nilai rata-rata latency dan PLR main link dari sepuluh pengujian yaitu sebesar 12,8 ms dan 0%. Kemudian, hasil pengukuran throughput dari kedua link selama dua bulan adalah baik dan nilai throughput dari main link selalu lebih besar dibandingkan dengan backup link, sehingga dapat dinyatakan bahwa selama dua bulan main link tidak mati dan kedua link memiliki performa yang baik.

PT Indonesia Comnet Plus (ICON+) is one of the Internet Service Providers (ISP) in Indonesia whose provide network services to its customers and its holding company, PT PLN. Internet Protocol Virtual Private Network (IPVPN) is one of the services provided by ICON + to support communication between SCADA data at PLN main office and branch offices. Success in the process of sending SCADA data is a must for PT PLN, therefore it is necessary to have high availability device in the service. Generally, there is only one IPVPN communication line, thus it will have a higher chance of experiencing disruption resulting in lower availability. So, this study will analyze and implement the GNS3 simulator simulating redundant links through the implementation of the main link and backup link systems implemented at ICON +, namely IPVPN service at PLN SCADA Lomanis Substation. Redundant links are applied to customer routers by adding weight attributes to BGP routing. The result is giving a higher weight value to a router neighbor will set as a main link. In addition, link backup can backup main link when it is down. Average latency values and PLR of main links from ten tests are 12.8 ms and 0%. Then, the results of the measurement of the throughput of both links for two months is good and the throughput value of the main link is always greater than the backup link, so It can be stated that for two months main link is normal and both links didn't experience down condition.

Kata Kunci : Redundant Link, Failover, Backup Link, BGP, Weight

  1. D4-2018-361458-abstract.pdf  
  2. D4-2018-361458-bibliography.pdf  
  3. D4-2018-361458-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2018-361458-title.pdf