Memaknai Kualitas Hidup di Masa Lanjut Usia Melalui Pengasuhan Cucu
MARIA CINTIA SASAMI, Dr. Maria Goretti Adiyanti, M. S., Psikolog
2018 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIKondisi keluarga karena ibu yang bekerja menjadi salah satu alasan bagi lanjut usia untuk terlibat dalam pengasuhan cucu. Sementara itu bagi masyarakat Jawa, mengasuh cucu merupakan suatu bentuk dukungan dari seorang lanjut usia kepada keluarga. Keinginan lanjut usia untuk mengasuh cucu, diharapkan dapat membuat lanjut usia tetap mampu memaknai kehidupannya dengan berkualitas meskipun harus menghadapi berbagai tantangan selama pengasuhan. Menghidupi kehidupan berkualitas dapat dilakukan melalui terpenuhinya ciri mendasar yaitu being, belonging, dan becoming selama mengasuh cucu sehingga memunculkan kepuasan dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang pengasuhan cucu dan mendalami dinamika kualitas hidup pada lanjut usia Jawa yang mengasuh cucu karena ibu yang bekerja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur pada dua responden lanjut usia yang mengasuh cucu dan berasal dari suku Jawa. Pengujian keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode, sumber, dan waktu serta teknik pemeriksaan anggota. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan membuat deskripsi detail tentang kasus kemudian dilanjutkan dengan melakukan generalisasi atau penegasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua responden merasakan hidupnya berkualitas selama mengasuh cucu. Aktivitas pengasuhan cucu dapat menjadi kontributor atau sumbangsih positig bagi seorang lanjut usia dalam memaknai hidup berkulitas berdasarkan ciri being, belonging, dan becoming meskipun tidak semua ciri harus terpenuhi.
The family condition where the mother of the children works, becoming the reason for many elderly grandparents to take care of their grandchildren. Meanwhile, grandparenting for Javanese people represented as a type of support that was provided by the elderly. The willingness of elderly people for taking care their grandchildren is expected to make elderly live their lifes with certain quality even though they have to face various challenge during grandparenting. Having a good quality of life can be done by fulfilling basic characteristic of quality of life, that is being, belonging, and becoming during grandparenting, so they can feel satisfaction and psychological well – being. This research aimed to know the background of grandparenting and the meaning of quality of life among elderly Javanese caregiver caused by mother participation in the workforce. The research method used in this research is qualitative method with case study approach. The data were collected with semi structured questions toward two elderly Javanese caregiver participants by using sources, methods, time triangulation and member checking. The finding of the data were analyzed by established detail description and then proceed with generalization or assertions. The results showed that two participants experienced the quality of life during grandparenting activity. For elderly, grandparenting activity can be one of positive contribution to feel the meaning of quality of life based on being belonging, and becoming, although not all the characteristics must be fulfilled.
Kata Kunci : kualitas hidup, lanjut usia, pengasuhan cucu/ quality of life, the elderly, grandparenting