Laporkan Masalah

Uji Senyawa Volatil Beberapa Varietas Jagung terhadap Kutukebul Tembakau (Bemisia Tabaci)

MUHAMMAD AULIA AKBAR, Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc.; Alan Soffan Ph.D; Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc.

2018 | Skripsi | S1 PROTEKSI TANAMAN

INTISARI Bemisia tabaci merupakan serangga polifag yang menyerang berbagai macam tanaman hortikultura. Gejala serangan B. tabaci berupa daun yang mengalami nekrosis dan klorosis, daun mengkerut serta munculnya embun jelaga sehingga tanaman menjadi kerdil. Salah satu pengendalian B. tabaci adalah dengan menerapkan strategi push pull menggunakan tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon B. tabaci terhadap senyawa volatil dari berbagai variasi varietas dan umur tanaman jagung serta mengidentifikasi senyawa volatil yang terdapat pada tanaman jagung. Pembiakan massal B. tabaci dilakukan di kandang kasa menggunakan tanaman inang berupa tanaman tomat, terong dan cabai. Penangkapan senyawa volatil dilakukan menggunakan headspace volatile trap pada varietas Bisi 18, NK 212, Pertiwi 3 dan P21 pada umur 3-10 minggu setelah tanaman (MST). Senyawa volatil yang dikoleksi kemudian diuji pengaruhnya terhadap B. tabaci menggunakan Y-tube olfactometer. Respon B. tabaci diukur dengan menghitung nilai repelensi. Tingkat repelensi terhadap B. tabaci tertinggi terjadi pada umur 10 MST pada semua varietas. Pada uji antar varietas umur 10 MST, Pertiwi 3 memiliki tingkat repelensi yang lebih tinggi dibanding varietas yang lain. Hasil gas chromatography mass spectrometry (GCMS) senyawa volatil yang dikoleksi dari tanaman jagung didapatkan senyawa yang diduga bersifat repelen terhadap B. tabaci. Senyawa volatil yang diduga bersifat penolak dari tanaman jagung adalah 9-Octadecenoic acid (Z)-, 9-Octadecenamide, (Z)-, Delta-Guaiene, Alpha-Guaiene, Beta Caryophyllene, Patchouli Alcohol.

ABSTRACT Bemisia tabaci is a polyphag insect that attacks many kinds of horticultural crops. The symptoms of B. tabaci attack are necrotic and chlorotic in the leaves, shrinking of the leave and stunted. One of the B. tabaci alternative control is by applying push and pull strategy by utilizing maize plants. This study was conducted to determine the reponse of B. tabaci to volatile compound emitted from different varieties and ages of maize crops and finally identifying the maize volatile compounds. Mass rearing of B. tabaci was carried out in screen cage by using several host plants includes tomatoes, eggplant and chili. Trapping of volatile compounds was conducted by using headspace volatile trap system from several variety of maize included Bisi 18, NK 212, Pertiwi 3 and P21 maize plants and at 3-10 weeks after planting. Y-tube olfactometer was utilized to examine the response of Bemisia tabaci against collected volatile compound. Repellency value was calculated to quantify the B. tabaci response against volatile compound. The highest repellency occurs at 10 weeks after planting in all varieties. Between varieties at 10 weeks after planting, volatile compound from Pertiwi 3 had more repellency value as compare to other varieties. Volatile compound identified from GC-MS which possibily responsible for repellency againts Bemisia includes 9-Octadecenoic acid (Z) -, 9-Octadecenamide, (Z) -, Delta-Guaiene, Alpha-Guaiene, Beta Caryophyllene, Patchouli Alcohol.

Kata Kunci : Bemisia tabaci, push pull, maize crops, repellency, repellent compound

  1. S1-2018-369687-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369687-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369687-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369687-title.pdf