Laporkan Masalah

RESPON HIDROLOGI DAS TANGKA SEBAGAI FUNGSI PENGGUNAAN LAHAN DAN SKENARIO PENGELOLAAN MENGGUNAKAN MODEL SWAT

ZHULFITRANI BUSRAH, Dr. M. Pramono Hadi, M.Sc.;Prof. Dr. rer. nat. Muh Aris Marfai, M.Sc.

2018 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFI

Penggunaan lahan memegang peranan penting dalam kaitannya dengan kondisi tata air pada suatu DAS. Pemahaman mengenai dampak penggunaan lahan dapat meningkatkan kemampuan dalam mengupayakan pengelolaan sumberdaya air. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji respon hidrologi pada penggunaan lahan tahun 2006 dan tahun 2011 dan merumuskan skenario pengelolaan yang tepat dalam mengurangi aliran permukaan. Model SWAT (Soil Water Assessment Tool) digunakan untuk mensimulasikan proses-proses fisik yang kompleks dalam rentang waktu yang lama. Kalibrasi dan Validasi dilakukan untuk menguji performa model SWAT menggunakan koefisien determinasi (R2) dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Tiga skenario pengelolaan disimulasikan untuk menurunkan aliran permukaan yaitu penerapan Peta Fungsi Kawasan, strip cropping, dan terracing dan contouring. Hasil validasi menunjukkan performa model SWAT dengan R2 sebesar 0,67 dan NSE yaitu 0,28 (dapat diterima). Aliran permukaan dan aliran air bawah tanah pada tahun 2006 berjumlah 765,60 mm dan 665,57 sementara tahun 2011 yaitu 443,21 mm dan 555,08 mm. Skenario pengelolaan lahan dengan menerapkan metode contouring dan terracing terbukti dapat menekan laju aliran permukaan.

Landuses hold an important role to drive hydrological system in the watershed. Understanding the landuse effects would make us capable of doing water resource management. This study aimed to investigate hydrological response on landuse in 2006 and 2011 and also to formulate the proper land management in reducing runoff. SWAT (Soil Water Assessment Toll) model is designed to simulate physically complex processes in longterm period. Calibration and validation was conducted to ensure model performance using determination coefficient (R2) dan Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE). Three scenarios of management were simulated to decrease runoff including application of map of regional function, strip cropping, and terracing and contouring technic. Validation results model performance with R2 0.67 and NSE 0.28 (acceptable). Runoff and groundwater flow in 2006 counted 765.60 and 665.57 respectively while in 2011 counted 443,21 mm and 555.08 mm respectively. Land management scenario by applying contouring and terracing technic was proved of controlling runoff.

Kata Kunci : SWAT, Landuse, Calibration, Validation

  1. S2-2018-402667-abstract.pdf  
  2. S2-2018-402667-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-402667-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-402667-title.pdf