STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMBENIHAN IKAN LELE DI KAWASAN MINAPOLITAN KABUPATEN MAGELANG
RIYADI TRI CAHYONO, Ir. Any Suryantini, MM. Ph.D.
2018 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi kelayakan usaha pembenihan ikan lele, (2) mengetahui hubungan karakteristik petani terhadap pendapatan usahataninya, (3) mengetahui alternatif dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pembenihan ikan lele di Kawasan Minapolitan Kabupaten Magelang pada saat ini. Lokasi penelitian di Kawasan Minapolitan, yaitu Kecamatan Muntilan, Mungkid, dan Sawangan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara snowball dengan mewawancarai 30 petani usaha pembenihan ikan lele. Untuk analisis data yang dilakukan pada kelayakan usaha menggunakan kriteria BEP dan R/C rasio. Analisa faktor-faktor internal maupun internal dan alternatif strategi pengembangan usaha menggunakan analisa SWOT. Alat analisis kelayakan usaha yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan. Hasil analisis kelayakan diperoleh BEP penerimaan Rp 53.587.484,00, BEP produksi 255.087,71 ekor, BEP harga Rp 56,00 per ekor, dan R/C ratio 1,67. Terdapat hubungan searah yang kuat antara lama usaha terhadap pendapatan usahatani tingkat kepercayaan 99% dan koefisien korelasi sebesar 0,644, sementara hubungan antara usia terhadap pendapatan adalah searah namun kurang kuat dengan tingkat kepercayaan 95% dan koefisien korelasi 0,408. Strategi pengembangan usaha pembenihan ikan lele yang dapat diterapkan berdasarkan matrik SWOT dari hasil perhitungan kelayakan usaha adalah (1) menjaga hubungan baik dengan stakeholders dan memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam yang ada untuk pengembangan usaha karena masih sedikitnya pesaing usaha di daerah setempat, serta (2) memanfaatkan sumberdaya ahli (praktisi dan akademisi) bidang pembenihan dengan bantuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas induk lele dan produktivitas benih guna memenuhi peningkatan permintaan benih.
This study aims to (1) identify the feasibility of catfish hatchery business and (2) to know the relationship of the characteristics of farmers to their income, (3) to know the alternative and strategic priorities that can be applied in the development of catfish hatchery business in the Minapolitan Area of Magelang District. Research location in sub-District of Muntilan, Mungkid, and Sawangan, was chosen by purposive sampling. Respondents were chosen by snowball 30 farmers related to catfish hatchery business. Data analysis used on the business feasibility is BEP and R/C ratio criteria. The analysis of business development strategy uses SWOT analysis. The business feasibility analysis tool used is cost analysis, revenue, and nett revenue. Feasibility analysis result obtained BEP revenue of Rp 53.587.484,00, BEP production of 255.087,71 tail, BEP price of Rp 56.00 per tail, and R/C ratio of 1,67. There is a strong unidirectional relationship between the experience to income with the trust rate of 99% and the correlation coefficient of 0.644, while the relationship between age to income is unidirectional but less strong with a trust rate of 95% and the correlation coefficient of 0.408. The development of strategy of catfish hatchery business are (1) maintaining good relationship with stakeholders and maximizing natural resources management for business development due to the lack of business competitors in the local area, and (2) utilizing expert resources (practitioners and academics) in the field of hatchery by government assistance to improve the quality of mother catfish and seed productivity to meet the increased demand.
Kata Kunci : Kawasan Minapolitan, Kelayakan Usaha, Pembenihan Ikan Lele, Strategi Pengembangan