PERBANDINGAN JUMLAH KEMATIAN NEONATUS PADA KEHAMILAN REMAJA DAN DEWASA
YUDHA KUSUMA DWIATMAJA, dr. Setya Wandita, M.Kes, Sp.A(K); dr. Irwan Taufiqur Rahman, Sp.OG(K)
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Kehamilan remaja meningkatkan risiko komplikasi selama perinatal dan pascakelahiran. Angka fertilitas kelompok usia remaja masih tinggi, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara berkembang. Dari keseluruhan penyebab kematian neonatus di dunia, salah satunya yang terbanyak yaitu prematuritas, disebabkan oleh kehamilan remaja. Namun proporsi kematian neonatus yang disebabkan oleh kehamilan remaja belum banyak diteliti, serta masih banyak perbedaan hasil, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan kehamilan remaja terhadap kematian neonatus. Tujuan: Untuk mengetahui perbandingan luaran kematian neonatus pada kehamilan remaja dan dewasa pada Instalasi Maternal Perinatal RSUP Dr Sardjito Yogyakarta sebagai fasilitas kesehatan tingkat tersier. Desain: Kohort retrospektif Metode: Data penelitian diambil dari rekam medis Instalasi Maternal Perinatal RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dari tahun 2013 hingga 2017. Subyek penelitian adalah 2385 pasien ibu hamil, terdiri atas 124 ibu berumur 14-19 tahun, dan 2261 ibu berumur 20 tahun ke atas. Kriteria inklusi yaitu seluruh ibu hamil yang melahirkan di Instalasi Maternal Perinatal. Kriteria eksklusi yaitu kehamilan kembar, umur 35 tahun ke atas, kelainan kongenital, bayi lahir mati, pasien readmisi, pasien pulang atas permintaan sendiri, dan subyek dengan data tidak lengkap. Data yang dianalisis termasuk pendidikan ibu, jenis kelamin bayi, paritas, cara persalinan, alamat, umur kehamilan, berat lahir, skor APGAR menit ke-1 dan ke-5, kematian neonatus, dan penyebab kematian neonatus. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif terhadap karakteristik subyek, dan analisis statistik menggunakan tabel stratifikasi dan regresi logistik. Hasil disampaikan dalam bentuk tabel proporsi, nilai RR, dan nilai OR, dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Kehamilan remaja berhubungan dengan peningkatan proporsi persalinan pervaginal, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah bila dibandingkan dengan kehamilan dewasa. Namun, jumlah kematian neonatus pada kehamilan remaja tidak lebih tinggi daripada kehamilan dewasa secara signifikan. Penyebab kematian neonatus pada kehamilan remaja tidak berbeda dengan kehamilan dewasa. Kesimpulan: Kehamilan remaja tidak meningkatkan jumlah kematian neonatus secara signifikan.
Background: Adolescent pregnancy increases the risk of complications during perinatal and postnatal period. Total fertility rate of adolescent is still high, including Indonesia as one of the developing countries. From all causes of neonatal mortality in the world, one of the highest is prematurity, which is caused by adolescent pregnancy. But the neonatal mortality proportion caused by adolescent pregnancy has not been inspected much, while also resulting much differences in outcomes, therefore another research for finding the association of adolescent pregnancy with neonatal mortality is necessary. Aim: Comparing neonatal mortality outcomes between adult and adolescent pregnancy in Maternal Perinatal Unit of Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta as a tertiary care hospital. Design: Retrospective cohort Methods: Research data were collected from medical records of Maternal Perinatal Unit Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta from year 2013 to 2017. Research subjects were 2385 pregnant mothers, grouped into 124 mothers of 14-19 years old, and the other 2261 mothers of 20 years and older. Inclusion criteria was all pregnant mother giving birth in Maternal Perinatal Unit. Exclusion criteria were gemellis, 35 years and older mothers, congenital anomalies, stillbirths, readmitted babies, and discharge against medical advice. Analyzed data included level of education, sex, parity, delivery procedure, residence, gestational age, birth weight, 1st and 5th minute of APGAR score, neonatal mortality, and causes of mortality. Analysis methods used were descriptive analysis for subject’s characteristics, and statistic analysis using stratified table and logistic regression. Result were shown as table of proportion, relative risk, and odd ratio, with confidence interval of 95%. Result: Adolescent pregnancy related to the increase of pervaginal delivery, preterm birth, and low birth weight compared to adult pregnancy, but no sign of association in increasing neonatal mortality. Causes of mortality in adolescent pregnancy were not different from adult’s. Conclusion: Adolescent pregnancy does not significantly increase neonatal mortality.
Kata Kunci : Kehamilan remaja, kematian neonatus, prematuritas, Adolescent pregnancy, neonatal mortality, prematurity