Laporkan Masalah

PERISTIWA LOKAKARYA DALAM PAMERAN BARA NYALA MAMA-MAMA PAPUA KARYA MOELYONO SEBAGAI MEDIA PENYADARAN

CHRISTYAN AGUS S., Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, M.A.

2018 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA

Seni aktivisme adalah seni yang berorientasi pada perubahan sosial tertentu. Salah seorang seniman yang konsisten dengan hal tersebut adalah Moelyono. Hampir di setiap karyanya berorientasi untuk menjadikan karya seni sebagai pintu masuk menuju perubahan sosial. Jika seni aktivisme seringkali diidentikkan dengan aksi kemarahan menuntut perubahan suatu sistem tertentu di jalanan, berbeda dengan Moelyono yang seringkali lebih berorientasi pada korban ketidakadilan di pelosok-pelosok desa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan seni aktivisme, ritual, dan konsep penyadaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumen tertulis, dokumentasi video, dan triangulasi. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui praktik penyadaran yang dilakukan pada peristiwa lokakarya melalui strategi framing dan ritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semangat aktivisme yang melatarbelakangi praktik berkarya seni Moelyono juga nampak dalam peristiwa lokakarya di pameran Bara Nyala MamaMama Papua, di mana proses framing yang dalam gerakan sosial merupakan tahap awal pemahaman dibentuk sebelum melakukan aksi. Agar lebih terpahami, maka penting bagi para partisipan yang terlibat dalam lokakarya tersebut untuk memahaminya sebagai sebuah proses ritual sebelum pemahaman diinisiasikan dalam aksi.

The art activism is art oriented towards certain social changes. One of the artists who is consistent with it topic is Moelyono. Almost every work is oriented towards making art work as the entry point to social change. If the art of activism is often identified with acts of anger demanding changes in a particular system on the streets, it is different from Moelyono who is often more oriented to victims of injustice in rural areas. This research is a qualitative research using the approach of art activism, ritual, and the concept of consciousness. Data were collected through observation, interviews, written documents, video documentation, and triangulation. The data obtained were analyzed to know the consciousness practices carried out in the workshop events through framing and ritual strategies. These results of research indicate that the spirit of activism behind the practice of Moelyono's art work was also evident in the workshop at the Bara Nyala Mama-Mama Papua exhibition, where the framing process in social movements was the initial stage of understanding formed before taking action. To be better understood, it is important for participants involved in the workshop to understand it as a ritual process before initiated in action.

Kata Kunci : Kata Kunci: Aktivisme, Framing, Ritual, Penyadaran, Moelyono