DAMPAK REGROUPING LAHAN TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI TEBU BINAAN PABRIK GULA (PG) GEMPOLKREP KABUPATEN MOJOKERTO
AMALLIA FERHAT, Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec
2018 | Tesis | Magister Manajemen AgribisnisTujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis dampak regrouping lahan terhadap produksi tebu, (2) menganalisis dampak regrouping lahan terhadap pendapatan petani (3) membandingkan kelayakan usahatani tebu regrouping dan nonregrouping. Metode dasar yang digunakan pada peletian ini adalah metode deskriptif. Purposif sampling digunakan untuk menentukan lokasi penelitian, menggunakan teknik random sampling. Lokasi peneletian ada di kebun gading 1, kebun gading 2, kebun betro, kebun keboan, dan kebun ketapang kuning. Jumlah sampel petani sebanyak 50 orang petani. Penelitian ini menggunakkan uji beda dua rerata, analisis regresi linier berganda dan analisis break even point (BEP) dan RC ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regrouping lahan tidak memberikan dampak signifikan terhadap produksi tebu, dengan kata lain tidak ada beda nyata antara produksi tebu regrouping dan nonregrouping. Hasil analisis regresi linier terhadap pendapatan, menunjukkan tidak ada pengaruh yang sinifikan antara pendapatan petani tebu regrouping dan nonregrouping. Hasil analisis RC ratio menunjukkan usahatani regrouping dan nonregrouping secara matematis sama-sama menguntungkan, namun secara statistik tidak ada beda nyata antara regrouping dan nonregrouping. Hal serupa juga terjadi pada analisis BEP, dimana pada hasil analisis BEP unit dan BEP rupiah tidak terjadi beda nyata antara regrouping dan nonregrouping.
The aim of this study (1) to analyze the impact of land regrouping on sugar cane production, (2) to analyze the impact of land regrouping on farmer's income (3) to compare the feasibility of regrouping and nonregrouping sugarcane farming. The basic method used in this research is descriptive method. Purposive sampling was used to determine the location of the study, using random sampling technique. The location of these research is in Gading 1, Gading 2, Betro, Keboan and Ketapang Kuning. Number of samples of farmers as many as 50 peasants. This study used two different mean, multiple linear regression analysis and break even point (BEP) and RC ratio analysis. The results showed that land regrouping did not give significant effect to sugarcane production, with no significant difference between the production of sugarcane regrouping and nonregrouping. The result of linear regression analysis to income, showed no significant effect between income of regrouping and non regrouping farmers. The result of RC ratio analysis shows that the regrouping and nonregrouping farms are mathematically beneficial, but there is no statistically significant difference between regrouping and nonregrouping. The same thing also happens in BEP analysis, where in the analysis of BEP unit and BEP price there is no real difference between regrouping and nonregrouping.
Kata Kunci : dampak, regrouping lahan, produksi tebu, input, output, pendapatan