Laporkan Masalah

Persepsi Gerakan Pemuda Ansor Terhadap Hizbut Tahrir Indonesia dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Ideologi

ERWANSYAH, Dr. Muhammad Supraja, M,Si., Prof.Dr. Djoko Soerjo,MA

2018 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Penelitian ini merupakan studi tentang persepsi Gerakan Pemuda Ansor terhadap Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan implikasinya bagi ketahanan ideologi, studi pada Gerakan Pemuda (GP) Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pemuda GP Ansor DIY terhadap HTI dan implikasinya bagi ketahanan ideologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui: (a) observasi langsung; (b) wawancara mendalam kepada pengurus, anggota dan penasehat GP Ansor DIY; dan (c) kepustakaan yang berkaitan dengan GP Ansor, HTI dan ketahanan ideologi. Hasil penelitian tentang persepsi pemuda GP Ansor DIY terhadap HTI adalah, pertama, HTI organisasi Islam trannasional yang bercita-cita menegakkan khilafah Islamiyah; kedua, Cita-cita HTI menegakan khilafah Islamiyah mengancam eksistensi Negara; ketiga, Agama Islam tidak mengatur secara terperinci tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan;dan keempat, Pancasila sebagai ideologi negara selaras dengan nilai-nilai Islam. Keempat persepsi pemuda GP Ansor DIY terhadap HTI berimplikasi positif bagi ketahanan ideologi, pertama, pemuda menyakini, memahami dan akan mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara, kedua, pemuda mengetahui ancaman dan tantangan terhadap ideologi yang datangnya dari luar, tetapi telah mempengaruhi/dianut oleh kelompok-kelompok masyarakat di Indonesia, yaitu HTI sebuah organisasi yang mengebangkan ide-ide HT (didirikan Taqiyuddin An-Nabhani di Palestina, pada tahun 1956) yang bercita-cita mendirikan negara Islam (Dawlah Islam) yang bernama khilafah Islamiyah

This research investigates Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) perceptions of Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) and the implications of these perceptions for ideological resilience within the GP Ansor, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). This research seeks to uncover the perceptions of GP Ansor DIY members regarding HTI and the implications for their ideology. This research uses the qualitative descriptive method, with data collected through: (a) field observations; (b) in-depth interviews with GP Ansor DIY administrators, members, and advisors, and (c) library research into the topics of GP Ansor, HTI, and ideological resilience. Research into GP Ansor DIY members' perceptions of HTI indicate: first, HTI is a transnational Islamic organization that seeks to establish a khilafah Islamiyah; the vision of establishing a khilafah Islamiyah poses a threat to the continued existence of the State; third, Islam, as a religion, does not provide a detailed description of the ideal form of government and state; fourth, the State ideology Pancasila is consistent with Islamic values. These four perceptions of HTI have positive implications for GP Ansor DIY members' ideological resilience. First, members become increasingly certain about and better understanding Pancasila, and seek to maintain it as the State ideology. Second, youths recognize the threats and challenges posed by outside ideologies that have influenced and directed certain groups Indonesian, such as HTI, which sought to spread the teachings of HT (established by Taqiyuddin An-Nabhani in Palestine in 1956) and to establish a khilafah Islamiyah.

Kata Kunci : GP Ansor DIY, HTI, Pancasila, ideological resilience, khilafah Islamiyah.

  1. S2-2018-320333-bibliography.pdf  
  2. S2-2018-320333-title.pdf  
  3. S2-2018-389691-abstract.pdf  
  4. S2-2018-389691-bibliography.pdf  
  5. S2-2018-389691-tableofcontent.pdf  
  6. S2-2018-389691-title.pdf  
  7. S2-2018320333-tableofcontent.pdf