KESWADAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) DI DESA PEANA KECAMATAN PIPIKORO KABUPATEN SIGI
SUGITO ADY PRAWIRA, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M. Si.
2018 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANIntisari Suplai energi listrik bagi masyarakat di era modern saat ini merupakan salah satu kebutuhan yang menunjukan permintaan yang terus meningkat dari waktu ke waaktu. Tercukupinya kebutuhan energi listrik ini bahkan telah memasuki dimensi indikator untuk menunjukan atau gambaran kondisi peningkatan kesejaahteraan suatu masyarakat. Energi listrik telah menjadi bagian dari sistem penunjang kehidupan masyarakat hari ini. Yang menjadi persoalan adalah tingginya peningkatan rasio elektrifikasi untuk menunjang sarana dan prasarana tersebut tidak diikuti dengan persediaan yang memadai sehingga supalai listrik tidak trdistribusi secara adil dan merata untuk kebutuhan skala nasional. Salah satu strategi masyarakat yang belum mendapatkan distribusi suplai listrik untuk memenuhi kebutuhannya terhadap listrik adalah dengan membangun pembangkit yang mengandalkan sumber daya alam yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya masing-masing. Penelitian ini dilakukan pada keswadayaan masyarakat desa Peana dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) untuk memenuhi kebutuhan terhadap listrik secara mandiri. Kajian ini menetapkan fokus pada proses yang terjadi terkait keswadayaan masyarakat dalam pembangunan PLTMH tersebut dengan analisis merujuk pada konsep keswadayaan masyarakat menurut Soetomo, dan dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah, yang pertama, keswadayaan masyarakat dalam pembangunan PLTMH ini dilakukan atas dasar adanya kesadaran oleh masyarakat mengenai adanya kebutuhan bersama terhadap akses listrik dan memerlukan tindakan bersama untuk menghadapi persoalan tersebut. Kedua, keswadayaan dalam pembangunan PLTMH sepenuhnya merupakan ide dan prakarsa masyarakat sendiri. Terlaksananya pembangunan tersebut ditunjang oleh ketersediaan sumber daya lokal yang ada pada internal masyarakat itu sendiri yakni sumber daya alam (material) dan sumber daya non materil yang mencakup kearifan lokal dan energi sosial. Ketiga, pembangunan dilakukan secara mandiri dengan mengandalkan mekanisme internal yang telah melembaga dalam kehidupan masyarakat. Setiap upaya dan tindakan bersama dikelola dengan mengandalkan institusi sosial yang ada. Semua sumber daya yang diperlukan dihimpun secara bersama (sukarela) baik dari segi pendanaan hingga proses pekerjaan semuanya melibatkan kontribusi dari setiap anggota warga. Dengan strategi keswadayaan, masyarakat berhasil membangun pembangkit (PLTMH) dengan daya 7 Kw yang disuplai ke rumah-rumah semua anggota warga.
Abstract The supply of electrical energy for the people in the modern today is one of the needs which shows the increasing demand from time to time. The adequacy of this electrical energy requirement has even entered the indicator dimension to show or illustrate the condition of increasing the welfare of a society. Electrical energy has become a part of the community's life support system today. The problem is the high increase in the electrification ratio to support these facilities and infrastructure is not followed by adequate supplies so that electricity supply is not distributed fairly and evenly for national needs. One strategy of people who have not yet received the distribution of electricity supply to meet their needs for electricity is to build a plant that relies on natural resources in accordance with the characteristics of their respective regions. This research was carried out on the independence of Peana villagers in the construction of a micro hydro power plant (PLTMH) to meet electricity needs independently. This study establishes a focus on the processes that occur related to community self-reliance in the development of the PLTMH with an analysis referring to the concept of community self-sufficiency according to Soetomo, and carried out using descriptive qualitative research methods. Data collection in this study was carried out by observation, interviews and documentation. The results of this study are, first, community self-reliance in the development of PLTMH is carried out on the basis of awareness by the community regarding the existence of a shared need for electricity access and requires joint action to deal with the problem. Second, self-reliance in the development of MHP is entirely an idea and initiative of the community itself. The implementation of this development is supported by the availability of local resources that exist within the community itself, namely natural resources (material) and non-material resources that include local wisdom and social energy. Third, development is carried out independently by relying on internal mechanisms that have institutionalized in people's lives. Every joint effort and action is managed by relying on existing social institutions. All necessary resources are gathered together (voluntarily) both in terms of funding to the work process all involve contributions from each member of the community. With the strategy of self-sufficiency, the community managed to build a power plant (PLTMH) with a power of 7 Kw which was supplied to the homes of all members of the community.
Kata Kunci : Keswadayaan Masyarakat, Kemandirian Masyarakat, Potensi Lokalitas