ANALISIS STRUKTUR BIAYA LOGISTIK DAN MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK KOPI ROBUSTA DI GUNUNG KELIR, JAWA TENGAH
NOVELISKA BR S, Dr. Ir. Adi Djoko Guritno, MSIE ; Dr. Wagiman STP., M.Si
2018 | Tesis | MAGISTER TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIANKopi merupakan hasil komoditas pertanian subsektor perkebunan yang memiliki produksi tinggi sehingga berkontribusi besar dalam produk domestik bruto (PDB) di Indonesia dan berpotensi untuk diekspor. Kopi sebagian besar dibudidayakan oleh masyarakat, perkebunan besar negara, dan perkebunana besar swasta. Untuk menghasilkan kopi yang berkualitas pelaku budidaya melakukan berbagai aktivitas dalam penanganannya sehingga muncul biaya yang dikeluarkan. Kopi merupakan hasil pertanian yang memiliki risiko eksternal dan internal dalam penanganannya. Proses penanganan ini akan menimbulkan biaya logistik. Semakin tinggi risiko yang diterima oleh pelaku rantai pasok maka semakin banyak penanganan yang dilakukan. Hal ini akan berbanding lurus dengan biaya logistik yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya logistik, menentukan mitigasi risiko, mengidentifikasi keterkaitan antara risiko dan biaya logistik rantai pasok kopi rakyat di wilayah Gunung Kelir dan PT. Perkebunan Nusantara IX. Data diperoleh dengan melakukan in-depth interview kepada 30 responden yang ditentukan dengan purposive sampling dan snowball sampling. Metode untuk perhitungan dan analisis biaya logistik adalah activity-based costing sedangkan metode analisis risiko adalah risk agricultural supply chain asssessment. Hasil penelitian menunjukkan biaya logistik menunjukkan bahwa aktivitas procurement memiliki beban biaya tertinggi yaitu sebesar 72,53% pada rantai pasok kopi rakyat dan aktivitas material handling sebesar 86,10% pada PTPN IX. Usulan mitigasi penggunaan metode irigasi, pembuatan teras gulud, penggunaan mulsa, pengaplikasian pupuk yang cukup, dan pengaturan naungan. Keterkaitan antara risiko dan biaya logistik adalah risiko mempengaruhi biaya logistik pada aktivitas material handling.
Coffee is product of agricultural commodity of estate sub-sector has high production which contribute greatly to the gross domestic product (GDP) in Indonesia and it has the potential to be exported. Coffee cultivation is dominated by farmers. To produce of high quality, farmers carry out various handling so that the costs incurred. Coffee is an agricultural product that has external and internal risks in its handling. This handling process will lead to logistics costs. The higher the risk that the supply chain actor receives, the more handling is done. This will be directly proportional to the logistics costs incurred. This study aims to analyze the logistics cost structure, determine risk mitigation, identify linkages between risks and logistics costs of the community coffee�s supply chain in Gunung Kelir and PT. Perkebunan Nusantara IX. Data obtained by in-depth interview to 30 respondents determined by purposive sampling and snowball sampling. The method for calculation and logistic cost analysis is activity-based costing while the risk analysis method is rapid agricultural risk supply chain assessment. The result shows that logistic cost shows that the procurement activity has the highest cost of 72.53% in the coffee�s supply chain in Gunung Kelir and material handling activity of 86.10% in PTPN IX. Mitigation recommendations are using irrigation methods, making terraces, applying mulch, using fertilizers, and setting shelter. The relationship between risk and logistics costs is the risk of influencing logistics costs in material handling activities.
Kata Kunci : Kopi, Keterkaitan Risiko dan Biaya Logistik, Struktur Biaya Logistik, Mitigasi Risiko/Coffee, Linkage between Risk and Logistics Costs, Logistics Cost Structure, Risk Mitigation