Laporkan Masalah

FAKTOR RISIKO KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI

SARDI ANTO, dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed.,Ph.D.; Akhmadi, S.Kp.,M.Kes.,M.Kep., Sp.Kep.Kom

2018 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

Latar Belakang: Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling utama menyebabkan pada balita di dunia. Di Indonesia angka kejadian ISPA dipengaruhi antara lain status gizi, ASI eksklusif, imunisasi, ekonomi, kependudukan dan geografi. Ibu berperan penting dalam pemberia asuhan dalam anggota keluarga, pendidik, dan pemberi asuhan dalam keluarga. Tujuan: Untuk menemukan apakah tingkat pengetahuan ibu, kelembaban ruangan, ventilasi, dan kepadatan hunian merupakan faktor risiko kejadian ISPA pada anak balita di Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol. Jumlah sampel penelitian ini adalah 52 orang ibu yang mempunyai anak balita yang menderita ISPA berulang (kasus) dan 52 orang ibu yang mempunyai balita sehat (kontrol). Pengambilan data dilaksanakan pada bulan April - Mei 2018 di Puskesmas dan Posyandu di Poasia, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan dan faktor risiko tiap variabel yang di teliti, serta regresi logistik untuk mengetahui model atau uji multivariat. Hasil: Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan sebaran karakteristik kelompok kasus maupun kelompok kontrol, kecuali pada tingkat pendidikan dimana presentasi responden yang berpendidikan tinggi (SMA dan sarjana) pada kelompok kontrol lebih tinggi daripada kelompok kasus (94.2% vs 59.6%, berturut-turut, p=0.00). Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat pengetahuan yang rendah (skor <13), kelembaban ruangan yang buruk (<40% atau >70%), ventilasi yang kurang (<10% luas lantai kamar) dan kepadatan hunian yang padat (< 8 m2 per 2 orang penghuni) merupakan faktor risiko kejadian ISPA pada anak balita di Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara. Adapun peningkatan risiko penyakit ISPA pada anak balita untuk setiap variabel berturut-turut adalah sebesar 5.50, 5.13, 2.63, dan 2.44. Variabel yang paling dominan menjadi faktor risiko kejadian ISPA adalah kelembaban ruangan dengan nilai OR sebesar 7,567 kali. Kesimpulan: tingkat pengetahuan ibu, kelembaban ruangan, ventilasi dan kepadatan hunian merupakan faktor risiko terjadinya ISPA pada anak balita di Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Background: Acute respiratory infections (ARI) are the most important infectious diseases in children under five in the world. In Indonesia, the incidence of ARI is influenced by nutritional status, exclusive breastfeeding, immunization, economy, population, and geography. Mothers play an important role in fostering care in family members, educators, and caregivers in the family. Objective: To find out whether the level of maternal knowledge, room humidity, ventilation, and occupancy density are risk factors for ARI in children under five in the District of Poasia, Kendari, South east Sulawesi. Method: This study uses a case-control approach. The number of samples in this study was 52 mothers who had children under five who suffered from recurrent ARI (cases) and 52 mothers who had healthy toddlers (controls). Data collection was carried out in April - May 2018 at Puskesmas and Posyandu in Poasia, using purposive sampling technique. Data were analyzed using the Chi-Square test to see the relationship and risk factors for each variable examined, and logistic regression to find out the multivariate model or test. Result: The results of the study showed that there were no differences in the distribution of characteristics of case groups or control groups, except at the level of education where the presentation of respondents who were highly educated (high school and undergraduate) in the control group was higher than the case group (94.2% vs 59.6%, respectively, p = 0.00). This study also found that the level of knowledge was low (score <13), poor room humidity (<40% or > 70%), poor ventilation (<10% room floor area) and dense occupancy density (<8 m2 per 2 residents) are risk factors for ARI in toddlers in Poasia District, Kendari, Southeast Sulawesi. The increased risk of ARI in children under five for each variable is 5.50, 5.13, 2.63 and 2.44 respectively. The most dominant variable being the risk factor for ARI is room humidity with an OR value of 7.57 times. Conclusion: The level of maternal knowledge, room humidity, ventilation, and occupancy density are risk factors for ARI in children under five in Poesia District, Kendari, South east Sulawesi.

Kata Kunci : ISPA balita, tingkat pengetahuan ibu, kelembaban ruangan, ARI under five, level of knowledge of mother, room humidity, ventilation, occupancy density

  1. S2-2018-403472-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403472-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403472-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403472-title.pdf