NEMATODIASIS PADA KUDA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MONIKA WAHONO, Dr. drh. Yuriadi ,M.P.; Dr. drh. Joko Prastowo, M.Si.
2018 | Tesis | MAGISTER SAINS VETERINERDaerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah wisata yang menggunakan kuda untuk menarik andong. Infestasi nematoda merupakan masalah kesehatan yang umum pada kuda di seluruh dunia, gejala klinis tidak muncul jika hospes memiliki ketahanan tubuh yang baik sehingga untuk mengetahui adanya parasite tersebut memerlukan pemeriksaan feses yang teratur dengan tujuan dapat melakukan pencegahan dan pengobatan yang efisien. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi mengenai tingkat prevalensi dan dan distribusi penyakit serta melihat faktor yang berasosiasi dengan infestasi parasit gastrointestinal pada kuda di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dapat digunakan untuk menetapkan program pencegahan dan pengendalian infestasi parasit gastrointestinal di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode sampling tahapan ganda dengan unit sampling penyidikan adalah kuda yang diambil secara rambang dari semua peternakan kuda di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman, dan Kotamadya Yogyakarta, sebanyak 699 ekor kuda. Sampel feses yang diambil diperiksa di laboratorium parasitologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, menggunakan metode natif, dan sentrifuse. Faktor resiko (umur dan jenis kelamin) diambil melalui wawancara dengan peternak. Data dikumpulkan dan diolah menggunakan SPSS16 Software. Analisis data meliputi analisis univariat dengan deskripsi statistik, analisis bivariat dengan chi-square dan Odds Ratio (OR). Pemetaan kejadian penyakit dengan software Arc GIS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi nematodiasis di Kabupaten Bantul 65,96%, Sleman 72,05%, dan Kotamadya Yogyakarta 72,31%. Jenis nematoda yang menginfestasi kuda di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Strongyl spp. dan Ascaris spp. Hasil analisis bivariat menunjukkan umur kuda memiliki asosiasi dengan kejadian nematodiasis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan Arc GIS diketahui distribusi penyakit meliputi daerah Bangunharjo, Banyakan, Gabusan, Jejeran, Pacar, Parangtritis, Pleret, Potorono, Wirokerten, Prambanan, Tempel, Ngaglik, Gamping, Kotagede, Kraton, dan Gondomanan. Kata kunci : Kuda, parasit nematoda, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta is one of Indonesia tourist area that use horses to pull andong. Nematoda infestasion is common health problem in horses around the world. Fecal examination is needed to diagnosis this disease as clinical symptoms not always appear if the body of host has good resistance. This study aims to provide information of prevalence, extent of nematode distribution, and factors that have associated with nematodiasis in Daerah Istimewa Yogyakarta. Double step sampling method is used in this research with horse as unit sampling drawn randomly from all stable in Bantul, Sleman and Yogyakarta region. Fecal examination of 699 stool samples are perform in parasitology laboratorium of Gadjah Mada University. Age and sex is use as analysis risk factor of nematodiasis. Data collected and processed with SPSS16 Software to univariate analysis with statistical description and bivariate analysis with chi-square and odds ratio. Maping incidence of nematodiasis with Arc GIS Software. The result showed the prevalence of nematodiasis in Bantul Regency 65. 96%, Sleman 72.05%, and Municipality of Yogyakarta 72.31%. the type of nematode that found is Strongyl spp. and Ascaris spp. Bivariate analysis shows that age of horse has association wth the occurrence of nematodiasis in Daerah Istimewa Yogyakarta. Distribution of nematodiasis in Daerah Istimewa Yogyakarta are at Bangunharjo, Banyakan, Gabusan, Jejeran, Pacar, Parangtritis, Pleret, Potorono, Wirokerten, Prambanan, Tempel, Ngaglik, Gamping, Kotagede, Kraton, and Gondomanan region.
Kata Kunci : Keyword : horse, nematodiasis, Daerah Istimewa Yogyakarta