PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK DI INDONESIA
AGUNG PUTRO ASPEXSIA, Abdul Halim, Prof., Dr., M.B.A., Ak., CA. ; Arizona Mustika Rini, S.E., M.Bus(Acc), Ak., CA.
2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIStudi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan pemeriksaan terhadap kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia. Dalam penelitian ini, kepatuhan Wajib Pajak ditinjau berdasarkan kepatuhan materialnya yaitu jumlah Pajak Penghasilan (PPh) Terutang yang dilaporkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan moetode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan difference-indifferences (DID). Sampel penelitian dalam penelitian ini sebanyak 41.350 Wajib Pajak adalah Wajib Pajak yang hanya sekali diperiksa pada tahun 2013 (sebagai kelompok treatment) dan Wajib Pajak yang tidak pernah diperiksa sama sekali (sebagai kelompok control) dengan parameter penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) PPh Tahun Pajak 2011 - 2012 dan 2014 - 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis regresi, secara keseluruhan pelaporan PPh Terutang untuk Wajib Pajak yang dilakukan pemeriksaan pajak lebih tinggi jika dibandingkan dengan Wajib Pajak yang tidak mengalami pemeriksaan pajak. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemeriksaan pajak yang dilakukan dapat meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak sehingga kegiatan pemeriksaan pajak ini masih perlu untuk dilakukan pada masa mendatang dengan berbagai perbaikan pada jenis Wajib Pajak dan jenis pemeriksaan yang belum memberikan pengaruh positif terhadap kepatuhan Wajib Pajak sehingga dapat menunjang pencapaian target penerimaan pajak.
This study aims to determine the impact of audit activities on taxpayers compliance in Indonesia. In this research, taxpayers compliance is examined based on their material compliance, namely the amount of income tax reported. To achieve such an objective, this research uses a quantitative method with a difference-indifferences (DID) approach. The research samples are 41.350 taxpayers. The taxpayers are those who were once audited in 2013 (as the treatment group), and those who had never been audited, using the parameter of income tax return forms reported for 2011 – 2012 dan 2014 – 2015. The research results show that based on regression analysis, the overall tax return reported from taxpayers who were audited is higher than from the taxpayers who were never audited. It can be concluded that tax audit activities performed can increase taxpayers compliance, therefore, tax audit activities need to be continually performed in the future with several improvements on the types of taxpayer and yhe types of audit which have not been giving positive impact on taxpayers compliance, in order to support tax revenue targets.
Kata Kunci : Pajak, Pajak Penghasilan Terutang, Pemeriksaan Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak