Laporkan Masalah

PENGARUH TERAPI DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN YANG KRITIS DI UNIT PERAWATAN INTENSIF

INDRA, Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes.; dr. Probosuseno, Sp.PD., K-Ger., FINASIM

2018 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

Latar Belakang: Pasien dengan penyakit yang kritis yang dirawat di ICU dapat memicu timbulnya kecemasan berat pada anggota keluarga. Saat ini terdapat beberapa strategi untuk mengatasi kecemasan salah satunya terapi religius yang dikenal dengan istilah psikoreligius. Salah satu bentuk terapi psikoreligius adalah dzikir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien yang kritis di Unit Perawatan Intensif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest. Pengambilan data dilakukan di RSUD Kota Kendari di Unit Perawatan Intensif pada bulan April sampai Mei 2018 pada keluarga pasien yang kritis sebanyak 36 responden dengan cara purposive sampling. Pengukuran kecemasan menggunakan Anxiety Visual Analog Scale (VAS-A). Uji pengaruh terapi dzikir terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien yang kritis menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai median (minimum-maksimum) kecemasan sebelum terapi dzikir 85 (80-90). Setelah diberikan terapi dzikir 65 (50-70) dengan nilai selisih sebesar 20. Hasil analisis secara statistik didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Selain itu tekanan darah sistolik dan diastolik mengalami penurunan nilai median (minimum-maksimum) dari 133 (130-229)) dan 91 (83- 108) menjadi 129,50 (114-205) dan 86 (80-105). Frekuensi denyut nadi juga mengalami penurunan nilai mean (SD) dari 107,72 (2,90) menjadi 89,36 (4,54). Kesimpulan: Terapi dzikir berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecemasan keluarga pasien yang kritis di Unit Perawatan Intensif dari kecemasan berat menjadi kecemasan sedang.

Background: Patient with a critical disease that is treated in ICU can trigger severe anxiety on the family members. Currently there are some strategiesto overcome anxiety, one of which is religious therapy known as psychoreligius. One of psychoreligious therapy is dzikir. Objective: This research aims to determine the effect of dzikir therapy on anxiety levels of family of critical patients in the intensive care unit. Method: This research used a pre-experimental design method with one group pretest posttest design. Data collection is performed at RSUD Kendari City at Intensive Care Unit from April to May 2018 on the family of critical patients of 36 respondents by purposive sampling. Measurement of anxiety using Anxiety Visual Analog Scale (VAS-A). Testing the effect of dzikir therapy on anxiety levels of family of critical patient using the Wilcoxon signed rank test. Result: The results found median value (minimum-maximum) of anxiety before dzikir therapy is 85 (80-90). After giving dzikir therapy is 65 (50-70) with a difference value of 20. The results of statistical analysis found pvalue =0,000 (p<0,05). In addition systolic and diastolic blood pressure decreased median value (minimum-maximum) from 133 (130-229)) and 91 (83-108) to 129.50 (114-205) and 86 (80-105). The pulse frequency also experienced a decrease in the mean value (SD) from 107.72 (2.90) to 89.36 (4.54). Conclusion: Dzikir therapy has an effect on decreasing the anxiety level of critical patients family in the Intensive Care Unit from severe anxiety to moderate anxiety.

Kata Kunci : Keluarga, Pasien Kritis, Kecemasan, Terapi Dzikir, Anxiety Visual Analog Scale, Family, Critical Patients, Anxiety, Dzikir Therapy, Anxiety Visual Analog Scale

  1. S2-2018-403444-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403444-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403444-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403444-title.pdf