Pendekatan Audit Internal pada Departemen Pengadaan Barang dan Jasa PT Angkasa Pura I (Persero)
WIDYAWATI, Ratna Nurhayati, S.E.,M.Com., Ak.,CA.,Ph.D.
2018 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSIFungsi audit internal telah mengalami transisi dari fungsi yang berfokus pada peninjauan pelanggaran regulasi ke arah fungsi yang berfokus menjadi mitra bagi manajemen untuk bersama-sama mewujudkan audit yang proaktif. Audit proaktif memungkinkan unit audit internal dan auditee untuk berupaya mengidentifikasi dan mengatasi risiko sebagai upaya preventif sebelum risiko tersebut benar-benar terjadi. Untuk mewujudkan transisi fungsi ini, perlu adanya perubahan pendekatan audit internal dari pendekatan pemeriksaan kemudian (post-audit) ke pendekatan audit internal proaktif yang terus menerus dan terintegrasi dengan manajemen. Fungsi audit internal departemen pengadaan barang dan jasa PT Angkasa Pura I (Persero) masih menggunakan pendekatan pemeriksaan kemudian (post-audit). Hal ini menimbulkan beberapa hambatan dan temuan selama proses audit sehingga belum dapat meminimalisir atau mencegah risiko penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab perlunya perbaikan dari pendekatan audit internal yang diterapkan pada departemen pengadaan barang dan jasa PT Angkasa Pura I (Persero), serta menganalisis jenis pendekatan audit internal yang tepat diterapkan pada departemen pengadaan barang dan jasa PT Angkasa Pura I (Persero). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan inspeksi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam faktor penyebab yang melatarbelakangi perlunya perbaikan pendekatan audit internal yang terdiri dari keterbatasan pendekatan post-audit, prosedur audit, sumber daya manusia, koordinasi, audit sistem informasi, dan perbedaan persepsi. Pendekatan audit internal pada departemen pengadaan barang dan jasa PT Angkasa Pura I (Persero) hendaknya diubah dari post-audit menjadi audit proaktif yang terintegrasi dengan manajemen dalam bentuk penerapan probity audit dan continuous auditing.
The function of internal audit has experienced a transition from a function that focuses on monitoring any violation against regulations to a function that focuses on becoming a partner to the management towards realizing a proactive audit. A proactive audit enables the internal audit unit and the auditee to identify and overcome risks as a preventive effort, before the risks actually happen. To realize such a transition, there must be an approach shift in the internal audit, from a post-audit approach to a proactive internal audit approach which is continual and which is integrated with management. The internal audit function of the Department of Goods and Services Procurement of PT Angkasa Pura I (Persero) still uses the post-audit approach. This has caused several restraints and findings during the audit process, which has not been able to minimize or to prevent fraud risks. This research aims to analyze the factors which cause the need for improvement from the internal audit approach applied by the department of goods and services procurement of PT Angkasa Pura I (Persero), and to analyze the most suitable internal audit approach for the department of goods and services procurement of PT Angkasa Pura I (Persero). This is a qualitative research which uses a case study approach, the data for this research are collected by means of in-depth interviews and document inspection. The research results show that there are six causing factors that are behind the need for improvement on the internal audit approach, they consist of limitations of the post-audit approach; audit procedures; human resources; coordination; information system audit; and perception differences. The internal audit approach at the department of goods and services procurement of PT Angkasa Pura I (Persero) need to be changed from post-audit to a proactive internal audit approach and which is integrated with management in the form of probity audit and continuous auditing implementation.
Kata Kunci : pendekatan audit internal, audit proaktif, post-audit, probity-audit, continuous auditing