KEDUDUKAN ANAK PEREMPUAN SEBAGAI AHLI WARIS DARI PERKAWINAN ANTARA AYAH SUKU BATAK TOBA DAN IBU DI LUAR SUKU BATAK TOBA YANG ADA DI DAERAH PERANTAUAN KOTA YOGYAKARTA
TRI JULIAN DEWI S, RIMAWATI, S.H., M. Hum
2018 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATANTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mengkaji mengenai keabsahan perkawinan antara laki-laki Batak Toba dengan perempuan suku lain dan mengenai kedudukan anak perempuan sebagai ahli waris, serta peran Notaris terkait tugas dalam membuat Akta Perikatan dimana objek Akta tersebut adalah harta warisan yang dimiliki oleh ahli waris anak perempuan dari perkawinan antara ayah suku Batak Toba dan ibu suku lain Batak Toba yang ada di daerah perantauan Kota Yogyakarta. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta. Narasumber dalam penelitian ini merupakan seseorang yang memberikan pendapat atas objek yang diteliti oleh penulis yaitu Tokoh adat Batak Toba yang ada di Kota Yogyakarta. Responden dalam penelitian ini merupakan Notaris Kota Yogyakarta dan laki-laki Batak Toba asli yang menikah dengan istri selain Batak Toba yang telah merantau dan menetap di Kota Yogyakarta lebih dari 10 (sepuluh) tahun dan responden ini telah membagi waris kepada ahli warisnya, ahli waris salah 1 (satu) nya adalah anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian penulis : Pertama, tata cara perkawinan adat Batak Toba di Kota Yogyakarta dengan kota yang ada di Sumatera Utara mengalami beberapa perubahan. Kedua, anak perempuan diperlakukan sama dengan anak laki-laki walaupun jumlah harta yang diterima oleh anak perempuan lebih sedikit dari pada hak anak laki-laki. Ketiga, Notaris berwenang untuk membuat akta otentik atau surat keterangan yang berhubungan dengan pewarisan khususnya harta warisan yang dimiliki oleh anak perempuan misalnya Akta Jual Beli, Akta Hibah, Akta Pembagian Warisan dan Surat Keterangan Waris.
The aims of this research is to identify, comprehend and study marriage legitimacy between a Toba Bataknese man and a woman from other tribes regarding to their daughter status as the legal heir, also the role of Notary that is related to its duty in making the Engagement Deed in which the object in the Deed is the inheritance owned by the daughter as the legal heir of a marriage between a Toba Bataknese father and a mother from outside Toba Bataknese tribe who live in Yogyakarta as the overseas area. This is an empirical law research which was conducted in Yogyakarta. The informant was a person who gave his opinion regarding to the object studied by the researcher, here is Traditional Community Leader of Toba Bataknese in Yogyakarta.The respondents were a native Toba Bataknese man who worked as a notary in Yogyakarta and married a woman outside Toba Bataknese tribe who had wandered and stayed in Yogyakarta for more than 10 (ten) years. This respondent has bequeathed the inheritance to the legal heirs; one of them was his daughter. The findings of this research are: First, marriage rite of Toba Bataknese in Yogyakarta has some changes and it differs from the one which occurs in North Sumatera. Second, the daughter is treated the same as the son although the amount of the property received by the daughter is fewer than the son's rights. Third, Notary has the authority to make the authentic certificate or the certificate that is related to the inheritance, specifically the inheritance owned by the daughter, for instance Sale and Purchase Deed, Grant Deed, Inheritance Parceling Deed and Legal Heir Certificate.
Kata Kunci : Anak Perempuan, Ahli Waris dan Pernikahan Campuran (Batak Toba dan Non Batak Toba