Laporkan Masalah

FACTORS AFFECTING SUCCESSFUL IMPLEMENTATION OF E-VOTING IN BANYUASIN AND ITS FUTURE PLANNING

MUKHLISA AERILYN BHY, Wakhid Slamet Ciptono, MBA, MPM, Ph.D

2018 | Tesis | Magister Manajemen

Konsep Smart City mengacu pada peningkatan kualitas hidup, di mana pemerintah, perusahaan dan penduduk menggunakan TIK untuk memberdayakan dan memperkuat peran komunitas dalam sistem pelayanan. Indonesia mulai menerapkan Smart Society (Masyarakat Cerdas). Setiap hari, dapat dilihat teknologi dan layanan baru, di mana segala sesuatu dengan sangat cepat berubah. Sehingga, proses pemilihan secara demokrasi mendapatkan momentum dalam konsep Smart City. Banyuasin, Sumatera Selatan, Indonesia telah menerapkan e-voting untuk pemilihan kepala desa. Pemerintah Banyuasin menerima penghargaan Rekor Museum Rekor Indonesia sebagai implementasi e-voting terbesar di Indonesia pada tahun 2015. Sementara itu pada tahun 2017, pemilihan kedua untuk kepala desa dilakukan dengan sistem e-voting yang lebih baik. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kabupaten Banyusin menerapkan e-voting dan mengidentifikasi Faktor-Faktor Kritis Keberhasilannya dengan analisis Critical Success Factors (CSFs). Selain itu, untuk mengetahui perencanaan yang lebih baik untuk e-voting Banyuasin di masa depan, apa yang diharapkan pemerintah dan warga, serta apa yang perlu diperbaiki, matriks SPOT akan dibahas dalampemelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan data primer yang didapat melalui wwancara dan datasekunder dari document, literature, opini di media masa. Hasilnya menukkan bahwa visi yang jelas, koordinasi, dan komitmen kepemimpinan; Voter yang mengerti tata cara e-voting dan staf pemilu yang terlatih; struktur pendukung yang kuat, perencanaan yang tepat dalam pengimplementasian e-voting; dan warga negara Inklusif adalah Faktor-Faktor Penentu Kritis (Critical Success Factors) dalam sistem e-voting Banyuasin untuk pemilihan kepala desa. Kemudian, pengembangan e-voting jarak jauh (m-voting), e-KTP, dan e-voting untuk tingkat yang lebih tinggi dengan standar keamanan yang tinggi merupakan perencanaan dan masukan untuk e-voting di masa depan.

Smart city concept reflects a particular idea of the local community, where governments, enterprises, and residents use ICTs to reinvert and reinforce the community�s role in the new service. Indonesia is starting to live in a smart society. Every day, it could be seen as new technologies and services, through which everything in is rapidly and enormously changing, assuredly, the election process is gaining momentum. Banyuasin, South Sumatera, Indonesia has implemented e-voting for Headman election. Banyuasin Government received the MURI Record award (The Museum of Indonesian Records) as the biggest e-voting implementation in Indonesia in 2015, and in 2017, the second election for Headman was carried out by enhanced e-voting system. This paper focus on how Banyuasin Regency implemented e-voting and identified its Critical Success Factors. Furthermore, to find out a better planning for Banyuasin e-voting in the future, about what government and citizens expect and what needs to be improved, SPOT matrix will be discussed together with the interview session. The method used in this research is descriptive qualitative, with primary and secondary data. The result revealed that Clear vision, coordination, and commitment of leadership; Strong voters and electoral staff training; a Strong support structure, proper planning and implementation of e-voting; and Inclusive citizen are the Critical Success Factors in Banyuasin e-voting system for Headman election. Afterward, the development of remote e-voting (m-voting), full single ID (e-KTP), and e-voting for higher-level with high-security standard were concerned as future planning.

Kata Kunci : smart city, electronic voting, critical success factor, CSF, SPOT Matrix, election

  1. S2-2018-407095-abstract.pdf  
  2. S2-2018-407095-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-407095-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-407095-title.pdf