Bioakumulasi Timbal (Pb) pada Makroalga Padina australis Hauck di Perairan Laut Kota Makassar, Sulawesi Selatan
WAHYU SUPARDI, Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho
2018 | Tesis | MAGISTER BIOLOGIPencemaran laut merupakan permasalahan global yang terjadi di wilayah pesisir. Bahan pencemar timbal Pb yang berasal dari buangan limbah maupun aktivitas masyarakat Makassar dapat terakumulasi pada makroalga Padina australis Hauck. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari tingkat akumulasi Pb pada P. Australis serta mempelajari kemelimpahan P. Australis di tiga Stasiun di perairan laut kota Makassar yaitu Pulau Lae-lae, Samalona, dan Barranglompo. Penelitian dilakukan pada bulan November-April 2018. Pengambilan sampel P. australis dilakukan dengan metode Purposive Sampling. Pengambilan data kemelimpahan makroalga P. australis Hauck menggunakan metode line transect. Parameter fisiko-kimia yang diukur adalah suhu, salinitas, pH, kecerahan, arus, Dissolved Oxygen, dan Biological Oxygen Demand. Analisis logam Pb menggunakan alat Atomic Absrobtion Spectrophotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kandungan logam Pb pada P. Australis di setiap stasiun penelitian. Kandungan logam Pb pada Stasiun I berada pada kisaran 0,0964-0,1388 ppm, Stasiun II 0,0496-0,1050 ppm, dan stasiun III 0,0597-0,1035 ppm yang telah melebihi standar batas perairan yang ditetapkan yaitu >0,008 ppm. Tingginya rata-rata konsentrasi Pb pada stasiun I dibandingkan stasiun lainnya karena Stasiun I berada lebih dekat dengan daratan utama yang berpotensi lebih besar masuknya logam berat Pb pada sampel. Kemelimpahan P. australis pada stasiun I sebanyak 92 individu, stasiun II 152 individu dan stasiun III sebanyak 319 individu. Hasil data analisis korelasi menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,384>0,05 yaitu tidak terdapat hubungan antara konsentrasi Pb dengan kemelimpahan tetapi arah hubungan menunjukkan angka negatif (-0,331) yang berarti bahwa jika konsentrasi Pb naik maka kemelimpahan P. australis akan menurun.
Marine pollution is a global problem that occurs in coastal areas. Pb lead pollutants derived from waste discharges and Makassar community activities that can accumulated on the macroalgae Padina australis Hauck. The research is to study the accumulation of Pb on P. Australis and to study the abundance of P. Australis in three stations in Makassar marine waters of Lae-lae, Samalona and Barranglompo. The research was conducted in November-April 2018. Sampling P. australis was done by purposive sampling method. Taking data P. australis abundance using line transect method. Physico-chemical parameters measured were temperature, salinity, pH, brightness, current, DO, and BOD. Pb analysis using Atomic Absrobtion Spectrophotometer. The results showed that have difference of Pb content in P. australis each research station. The content of Pb at Station I is in the range 0,0964-0,1388 ppm, Station II 0,0496-0,1050 ppm, and station III 0,0597-0,1035 ppm which has exceeded the water limit specified (> 0.008) ppm. The average height of Pb concentration at station I was compared to other stations because Station I was closer to the mainland with potentially greater entry of heavy metal Pb. Abundance of P. australis at station I were 92 ind/m2, station II 152 ind/m2 and station III were 319 ind/m2. Correlation analysis data showed significant value of 0,384> 0,05 that there is no correlation between the concentration of Pb with abundance but the direction of the relationship showed negative number (-0,331) which means that if the concentration of Pb rise then the abundance P. australis will decrease.
Kata Kunci : Bioaccumulation, marine pollution, abundance, Padina australis Hauck.